Ilustrasi kawasan pesisir Jakarta Utara. (Sumber: pu.go.id)

JAKARTA RAYA

Badan Geologi Ungkap Penurunan Tanah Jakarta Capai 5,76 Sentimeter per Tahun

Kamis 15 Jan 2026, 15:46 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Fenomena penurunan muka tanah di Jakarta masih terus terjadi dan menjadi ancaman serius, khususnya di kawasan pesisir. 

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru Badan Geologi, laju penurunan tanah di sejumlah titik bahkan mencapai lebih dari 5 sentimeter per tahun.

Kepala Balai Konservasi Air Tanah (BKAT) Badan Geologi, Taat Setiawan menjelaskan bahwa penurunan muka tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta hingga saat ini belum berhenti. 

Baca Juga: Diduga Kelompok Matel Hentikan Kendaraan Warga di Daan Mogot, Kombes Manang Colek OJK

Hasil pengukuran menggunakan metode GPS Geodetik di sekitar 100 lokasi sejak 2015 hingga 2024 menunjukkan laju penurunan tanah berkisar antara 0,05 hingga 5,76 sentimeter per tahun.

"Penurunan muka tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta saat ini masih terjadi. Berdasarkan pengukuran menggunakan GPS Geodetik pada 100 lokasi dari tahun 2015 hingga 2024 menunjukkan laju penurunan muka tanah berkisar antara 0.05 hingga 5.76 sentimeter per tahun," ujar Taat kepada Poskota, Kamis, 15 Januari 2025.

Taat menyebut, salah satu faktor penurunan permukaan tanah adalah pengambilan air tanah, terutama di kawasan dengan aktivitas perkotaan dan industri yang padat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa faktor lain juga turut berperan, seperti konsolidasi alami batuan, beban bangunan dan infrastruktur, serta pengaruh tektonik.

Baca Juga: Ratusan KK di Jayanti Tangerang Terendam Banjir Hampir Seatap Rumah, Warga Minta Perahu Karet

"Pengambilan air tanah merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan muka tanah di samping faktor lain seperti konsolidasi alami batuan, beban bangunan, dan tektonik," ucap Taat. 

Taat mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan air tanah dan penurunan muka tanah di CAT Jakarta, beberapa lokasi menunjukkan adanya hubungan antara pengambilan air tanah dan penurunan muka tanah.

"Sementara beberapa lokasi lainnya relatif kurang berhubungan antara kedua parameter tersebut," kata Taat. 

Kendati demikian, dia mengaku, hingga saat ini belum dapat dipastikan faktor dominan yang paling bertanggung jawab terhadap penurunan tanah di Jakarta. 

Baca Juga: Mobil Truk Curian asal Cakung Terparkir di Wilayah Bogor, Polisi Kembalikan ke Pemilik

"Faktor dominan yang menyebabkan terjadinya penurunan tanah di Jakarta belum bisa diketahui secara pasti," ungkapya. 

Dari sisi wilayah, dikatakan Taat, penurunan muka tanah dengan kategori relatif tinggi, yakni lebih dari 4 sentimeter per tahun, terutama terjadi di Jakarta bagian utara.

"Seperti Cengkareng Barat, Kedoya Selatan, Kalibaru dan Penjaringan," kata dia.

Taat menyampaikan, fenomena serupa juga terpantau di daerah penyangga Jakarta. 

"Penurunan muka tanah yang relatif tinggi juga masih terjadi di Kosambi dan sekitarnya (Kabupaten Tangerang) dan di Tarumajaya dan sekitarnya (Kabupaten Bekasi)," ucapnya. 

Taat mengingatkan, jika penurunan tanah tidak dikendalikan dengan baik, maka dampak yang ditimbulkan akan semakin luas dan serius. 

"Risiko jika penurunan tanah tidak dikendalikan tentunya akan berdampak kepada rusaknya bangunan dan infrastruktur, banjir lebih sering terjadi, meluasnya banjir rob, pencemaran air tanah daerah pesisir, dan kerugian lainnya yang berkaitan dengan penurunan kualitas hidup masyarakat pesisir," ujarnya. (cr-4)

Tags:
kawasan pesisir JakartaBadan GeologiJakartapenurunan tanah jakartapenurunan tanah

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor