Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang mulai dibongkar hari ini, Rabu, 14 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Penataan Kawasan Kuningan Dimulai setelah Pembongkaran Tiang Monorel Rampung, Segini Biaya yang Dibutuhkan

Rabu 14 Jan 2026, 16:36 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said pada Rabu, 14 Januari 2026.

Diperkirakan pembongkaran tersebut akan rampung pada September 2026 dengan memakan biaya Rp254 juta. Setelah itu, kawasan Kuningan akan kembali ditata ulang untuk mengurai kemacetan serta meningkatkan mobilitas masyarakat dengan biaya sebesar Rp102 miliar.

"Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan penataan kawasan di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, di mana diawali dengan pelaksanaan pembongkaran tiang monorel," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny saat dikonfirmasi Poskota pada Rabu, 14 Januari 2026.

"Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan dan perbaikan mobilitas di Jakarta," sambungnya.

Baca Juga: Biaya Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Rp254 Juta, Pramono Anung: Rp102 Miliar Penataan Kawasan Kuningan

Dinar mengatakan penataan kawasan Kuningan akan dimulai setelah pembongkaran tiang monorel mulai dari jalan, trotoar hingga fasilitas umum.

"Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman," tuturnya.

"Termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum," sambung Dinar.

Sementara, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta Afan Andriansyah memastikan penataan kawasan Kuningan khususnya pembongkaran tiang monorel, dilakukan secara transparan.

Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini

"Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorel mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik," kata Afan.

Tidak Ada Penutupan Jalan selama Pembongkaran

Proses pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo memastikan selama proses pembongkaran tiang monorel tidak dilakukan penutupan jalan.

Ia menyebutkan proses pembongkaran tiang monorel akan dilakukan secara perlahan.

"Jadi rekayasa lalu lintasnya adalah pertama tidak ada penutupan jalan. Dan karena pekerjaannya itu pada malam hari, dan sesuai rencana bahwa nantinya akan ada pemotongan tiang, itu rencana satu tiang satu malam," kata Syafrin.

Baca Juga: Yulianti Wijaya Sebenarnya Siapa? Nama Ini Disebut Roby Tremonti Usai Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Viral

Menurutnya, nanti di sepanjang jalur Rasuna Said yang terdapat pembongkaran tiang monorel akan dilakukan rekayasa lalu lintas.

"Jadi misalnya di ruas ini yang akan ditutup, di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di depan itu bukaan otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambat," katanya.

"Demikian seterusnya sampai dengan di Simpang Gatot Subroto nantinya," sambung Syafrin.

Syafrin menjelaskan pembongkaran tiang monorel akan mulai dilakukan pukul 23.00 WIB dan selesai pukul 05.00 WIB. Langkah itu dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai pukul 22.00 WIB, window time-nya itu dari pukul 23.00 sampai dengan pukul 05.00 WIB,” pungkasnya.

Tags:
rekayasa lalu lintasJakartapembongkaran tiang monorelpenataan kawasan Kuningantiang monorel mangkrakJalan HR Rasuna Said

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor