JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir di Jakarta Utara.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan berbagai jenis bantuan logistik telah disalurkan dengan total nilai Rp575.419.810, berupa kidsware sebanyak 226 paket, air mineral 26 dus, biskuit 226 kaleng, paket sandang 226 paket dan matras sebanyak 840 buah.
“Pendistribusian bantuan logistik dilaksanakan secara intensif sejak Senin malam, 12 Januari 2026, hingga Selasa dini hari, 13 Januari 2026, dengan melibatkan unsur lintas sektor," ucap Isnawa kepada Poskota pada Selasa, 13 Januari 2025.
Selain itu, Isnawa menyebut pendistribusian logistik juga didukung oleh berbagai pihak, antara lain Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, unsur kepolisian, relawan, serta lembaga kemanusiaan lainnya.
"Seluruh bantuan telah diserahterimakan secara resmi kepada pihak kelurahan, RT setempat, dan warga terdampak, disertai penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST)," tuturnya.
Ia pun memastikan jika bantuan bagi warga terdampak banjir tepat sasaran dan terukur.
“Kami memastikan seluruh bantuan logistik tersalurkan secara tepat sasaran dan terukur. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BPBD untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana," kata Isnawa.
Titik Pengungsian yang Telah Menerima Bantuan Logistik

Adapun titik pengungsian beserta jumlah pengungsi yang telah menerima bantuan logistik sebagai berikut:
Baca Juga: Waspada Banjir Kiriman saat Katulampa 'Memerah', Warga Kebon Pala: Enggak Khawatir
- Rusun Embrio, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing: Menampung 232 KK dengan total 690 jiwa
- Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok: Pengungsi tersebar di RW 01, RW 12, dan RW 13 dengan jumlah sementara sebanyak 175 jiwa
- SMPN 266 Cilincing, Kelurahan Cilincing: Menampung 86 KK atau 230 jiwa
- Gedung Pelmas RW 13, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing menjadi lokasi pengungsian bagi 50 KK dengan total 68 jiwa
- Bengkel Cucian Mobil Gading Griya Lestari, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing: Menampung 25 KK atau 91 jiwa
- Isnawa mengatakan kondisi di seluruh titik pengungsian terpantau aman dan terkendali.
"Dengan pengungsi yang masih bertahan di lokasi masing-masing sambil menunggu perkembangan situasi dan surutnya genangan," ucapnya.
Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam yang terjadi akibat dinamika cuaca dan iklim ekstrem, seperti hujan lebat berkepanjangan, kekeringan, angin kencang atau gelombang tinggi yang bisa memicu kejadian banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.
Fenomena ini berpotensi memicu berbagai dampak seperti pohon tumbang, genangan serta gangguan terhapa aktivitas warga.
Baca Juga: Sudah Mulai Surut, Banjir Rob Masih Genangi 3 RT di Jakarta Utara
Isnawa menyebutkan bahwa wilayah DKI Jakarta memiliki sejumlah potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai, terutama saat intensitas curah hujan berada di atas rata-rata.
"Ada yg namanya potensi bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrim di Jakarta ada potensi rob di Utara Jakarta, potensi banjir khususnya dibantaran kali sungai termasuk dari hulu Bogor dan Depok, potensi curah hujan ekstrim diatas rata rata," ujarnya.
Mengantisipasi hal tersebut pihak BPBD melakukan berbagai langkah penanganan secara menyeluruh yang mencakup tahapan pra bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
"Di tahapan pra kita lakukan edukasi di sosmed, himbauan, kesiapan personil, sarpras, titik pengungsian dan lain-lain," ucap Isnawa.
Baca Juga: Viral Bupati Aceh Selatan Pergi Umroh di Tengah Banjir Bandang, Padahal Tak Dapat Izin Gubernur
"Kami sudah dropping tenda, peralatan dan lain-lain ke semua kelurahan," sambungnya.
Tak hanya itu, sebanyak 267 petugas penanganan bencana yang siap diterjunkan ke lapangan.
"Mensiagakan 267 petugas penanganan Bencana, operasionalkan pusdalops, call centre layanan kedaruratan 112," pungkasnya. (cr-4).