Indonesia Emas 2045 menjadi visi saat wisuda mahasiswa STEI. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA RAYA

Dirtif Indef Tauhid Ahmad Orasi Ilmiah di Depan Wisudawan STEI, Soroti Indonesia Emas 2045

Selasa 13 Jan 2026, 15:37 WIB

POSKOTA.CO.ID - Direktur Eksekutif (Dirtif) Lembaga riset ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad soroti Indonesia Emas pada 2045. Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 memerlukan banyak dukungan dari berbagai hal.

Bagi generasi muda yang adaptif, inovatif dengan memiliki daya saing perlu memperhatikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Selain itu perlu dukungan dengan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masa depan seperti pembelajaran Science (Sains), Technologi (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika) yang disingkat STEM.

“Landasan utamanya adalah ekosistem pendidikan dan pengembangan Iptek. Ini perlu didukung dengan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masa depan seperti pembelajaran STEM, Data Analisis dan AI,” kata Tauhid saat Orasi Ilmiah di depan ratusan Wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Senin, 12 Januari 2026.

Tauhid manambahkan, meski dihadapkan dengan pada persoalan akses kuantitas, affordabilitas hingga pemerataan pendidikan dan pembelajaran pada level dasar, menengah dan tinggi tetap harus diprioritaskan.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

“Hal lainnya adalah perlu dukungan kebijakan infrastruktur, sumber daya pendanaan yang memadai. Kebijakan yang penting mengembalikan lagi subtansi undang-undang pendidikan yang masih jauh dari yang diharapkan dan menjaganya tetap konsisten dalam jangka panjang yang tidak berubah setiap pergantian rezim,” kata Tauhid.

Pentingnya Infrastruktur Pendidikan

Tauhid juga menekankan infrastruktur pendidikan, seperti balai latihan kerja, pusat pelatihan industri, hingga pemagangan juga tidak kalah pentingnya. Di sisi lain, desain pendanaan yang saat ini terkoyak perlu dikembalikan kembali agar target semua level pengembangan SDM dapat tercapai.

Pendanaan tidak hanya kerangka APBN namun juga perlu dukungan swasta dan masyarakat. Meski demikian hal yang paling penting Adalah kolaborasi dunia pendidikan tinggi, pemerintah serta dunia usaha dan dunia industri dalam menghadapi tantangan.

“Fenomena ketidakpastian global memunculkan kompetensi-kompetensi yang tinggi karena itu daya saing dan kolaborasi pendidikan tinggi dengan dunia usaha serta pemerintah harus relefan. Harus mengejar ketinggalan dan harus siap dengan persaingan perlu pemahaman yang mendalam dengan tren global seperti green economy dan geopolitic di pasar dunia,” ujarnya.

STEI mengejar visi Indonesia Emas 2045. (Sumber: Dok. Istimewa)

“Termasuk memenuhi standar kompetensi internasional dan sertifikasi global. Bahkan penguasaan bahasa asing menjadi prasyarat dasar. Kolaborasi lintas tidak hanya menyiapkan kurikulum, infrastruktur, penadanaan namun juga jejaring networking baik lokal, nasional, regional dan internasional,” katanya menambahkan.

Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada ratusan mahasiswa yang mendaptkan gelar sarjananya. Ia pun berpesan untuk wisudawan untuk ingat bukan gelar yang membuatmu berarti tetapi apa yang kamu lakukan dengan ilmu yang kamu miliki.

"Serta ingat jangan takut melangkah ke masa depan, karena setiap Langkah kecil hari ini akan menjadi lompatan hari esok," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Ridwan Maronrong menyampaikan kepada seluruh wisudawan yang akan meninggalkan bangku kuliahnya. STEI berusaha menciptakan generasi yang unggul untuk menuju Indonesia Emas 2045.

“Di tengah dinamika perubahan global dan transformasi digital yang sangat cepat, STIE Indonesia menyadari bahwa keberlangsungan dan keunggulan institusi hanya dapat dicapai melalui transformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Bukan hanya mengadopsi teknologi, tetapi membangun ekosistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan,” tutur dia.

Ridwan melanjutkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, kurikulum relevan, riset berdampak, dan jejaring global, STIE Indonesia akan mampu meningkatkan kualitas lulusannya. Selain itu, ia mambahkan memperkuat reputasi institusi, dan berkontribusi nyata dalam mengembangkan Pendidikan di Indonesia.

Ia menegaskan dalam pengembangan kedepan di bidang akademik dan pembelajaran, STIE Indonesia akan mendorong pembelajaran adaptif berbasis teknologi. Dengan mengembangkan blended learning & hybrid learning secara konsisten, Pembelajaran berbasis case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL) akan terus dikembangkan dan ditingkatkan sesuai kebutuhan industri guna mendorong student-centered learning, serta penguatan kompetensi digital.

Baca Juga: Sosok Kelly, Jo, Mama Jo, Milo, Tom, dan Zane di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Siapa? Ini Dugaan Identitas yang Tuai Teka-Teki

“Kurikulum akan terus dikembangkan secara responsif melalui pendekatan OBE (outcome Based education) dan berdampak secara fleksibel dan terukur dengan integrasi ekonomi digital, data analitik dan kewirausahaan, serta keberlanjutan. Sehingga diharapkan Kurikulum akan tetap relevan, mutakhir, dan berdaya saing internasional,” kata dia.

Pengembangan dosen tetap menjadi prioritas utama, melalui peningkatan kualifikasi, kompetensi digital, produktivitas riset, serta kolaborasi nasional dan internasional. Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, STEI mengarahkan seluruh kegiatan agar berdampak nyata bagi dunia usaha, UMKM, dan pembangunan masyarakat. Melalui penguatan publikasi ilmiah dan jejaring global, STEI berkomitmen meningkatkan visibilitas dan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.

“Dengan transformasi ini kedepan, kami optimistis bahwa STIE Indonesia akan tumbuh sebagai institusi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, serta berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Tags:
STEIIndonesia Emas 2045

Heri Effendi

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor