JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah membuat para pengendara sepeda motor patut waspada.
Di Jakarta misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat banjir akibat curah hujan tinggi terus meluas dan hingga pukul 10.00 WIB, Senin, 12 Januari 2026, telah merendam 23 ruas jalan serta 10 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
Genangan air tersebut berdampak pada aktivitas warga dan arus lalu lintas di sejumlah titik terdampak. Sementara itu, ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 95 sentimeter di beberapa lokasi.
Kondisi ini tak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menyimpan risiko besar bagi pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan banjir.
Baca Juga: Lawan Arah Bukan Jalan Pintas, Ini Risiko Fatal yang Mengintai Pengendara Motor
Daftar Ruas Jalan yang Terendam Banjir
Diantaranya beberapa ruas jalan di Jakarta yang dilaporkan tergenang antara lain Jalan Anggrek (Rawa Badak Utara), Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Hybrida, Jalan Jampea dan Deli di Koja, Jalan Muara Baru (Pluit), Jalan Yos Sudarso (Sunter), hingga Jalan Raya Jagakarsa dan sekitarnya.
Untuk ketinggian air di sejumlah titik tersebut bervariasi, bahkan ada yang mendekati 1 meter.
Batas Maksimal Aman Motor Melintasi Genangan
Secara teknis, sepeda motor tidak dirancang untuk menerobos banjir. Namun dalam kondisi terpaksa, terdapat batas maksimal yang relatif masih aman:
- Motor bebek & sport: maksimal 20–30 cm (sebatas setengah ban)
- Motor matik: maksimal 15–25 cm, karena posisi CVT dan filter udara lebih rendah
- Di atas 30 cm: sangat berisiko, terutama jika air mencapai knalpot atau lubang filter udara
- Jika air sudah mencapai pijakan kaki atau dek motor, sebaiknya tidak dipaksakan.
Baca Juga: Suzuki e-Access Dijual Rp35 Jutaan, Segini Spesifikasi dan Jarak Tempuhnya
Risiko Kerusakan Jika Motor Terobos Banjir
Menerobos banjir dapat menyebabkan berbagai kerusakan serius, di antaranya:
- Water hammer: Air masuk ke ruang bakar melalui filter udara, membuat piston tidak bisa bergerak dan mesin bisa jebol.
- Kerusakan CVT (motor matik): Air dan lumpur masuk ke rumah CVT, merusak v-belt, roller, dan kampas ganda.
- Sistem kelistrikan bermasalah: Soket, ECU, koil, dan sensor rentan korsleting atau berkarat.
- Oli dan bahan bakar tercemar: Air bisa bercampur dengan oli mesin atau tangki BBM, menurunkan pelumasan dan performa.
- Karat dan kerusakan jangka panjang: Rantai, bearing roda, rem, dan rangka berpotensi berkarat bila tidak segera ditangani.
Estimasi Biaya Kerusakan Motor Akibat Banjir
Besarnya biaya perbaikan tergantung tingkat kerusakan, berikut gambaran umumnya:
- Ganti oli + servis ringan: Rp150.000-Rp300.000
- Bersihkan CVT motor matik: Rp300.000-Rp600.000
- Ganti v-belt & komponen CVT: Rp700.000-Rp1,5 juta
- Perbaikan kelistrikan ringan: Rp500.000-Rp1 juta
- Mesin kemasukan air (turun mesin): Rp2 juta-Rp5 juta
- Kerusakan berat (stang seher/piston): bisa di atas Rp7 juta
Baca Juga: QJRiders Chapter Jakarta Dideklarasikan, Jadi Wadah Kebersamaan Pengguna
Biaya tersebut bisa membengkak jika motor dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan setelah terendam banjir.
BPBD dan pihak terkait mengimbau warga untuk menghindari ruas jalan yang terendam, serta tidak memaksakan kendaraan roda dua melintasi genangan tinggi.
Selain membahayakan keselamatan, risiko kerusakan motor justru bisa menambah beban biaya di tengah kondisi darurat banjir.
Jika motor terlanjur terkena banjir, jangan langsung dihidupkan, segera dorong ke tempat aman dan lakukan pemeriksaan di bengkel terdekat.