Potret warga di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, sedang menyalakan keran air, Jumat, 9 Januari 2026 (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Warga Tambora Jakbar Keluhkan Air Keruh dan Berbau, PAM Jaya Buka Suara

Jumat 09 Jan 2026, 16:07 WIB

TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Warga Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan air PAM keruh berbau, sehingga masyarakat mengalami krisis air bersih.

Tak hanya itu, warga pun terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp10 ribu untuk memenuhi kebutuhan domestik. Harga tersebut ditukar dengan empat ember air bersih.

Adanya keluhan tersebut, pihak PAM Jaya memberikan respon terkait keluhan air keruh dan berbau di wilayah Tambora.

Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza mengatakan pihaknya bakal melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut.

Baca Juga: Rizki Abdul Rahman Wahid Siapa dan Kerja Apa? Ini Sosok Pelapor Pandji Pragiwaksono dalam Kasus Stand Up Comedy Mens Rea

"Kasih kami waktu untuk mengecek dulu ya," kata Gatra saat dikonfirmasi Poskota pada Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Gatra, beberapa laporan mengenai keluhan air yang keruh misalnya yang berada di RT 03 RW 03, sudah ditangani.

"Keluhan itu tidak sampai dua bulan. Laporan baru masuk minggu lalu, dan per kemarin tim operasional kami sudah melakukan perbaikan karena memang ada isu teknis di lapangan,” ucapnya.

Saat ditanya lebih jauh terkait apakah ada kompensasi atau sejenisnya terhadap pelanggan, Gatra enggan menjelaskan secara pasti terkait hal tersebut.

Baca Juga: Warga Tambora Jakbar Harus Rogoh Rp10 Ribu per Hari untuk Beli Air Bersih, Diduga Dampak Aktivias Galian

"Kami akan telusuri lagi ke tim operasional untuk memastikan kondisinya di lapangan," tuturnya.

Terpaksa Beli Air Bersih

Ilustrasi penjual air bersih dalam jeriken.(Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

Harijani, 64 tahun harus merogoh kocek sekira Rp10 ribu untuk mendapat empat ember air bersih yang digunakan untuk memasak dan konsumsi sehari-hari.

Ia terpaksa membeli air bersih, pasalnya air keran dari PAM keruh dan berbau sejak dua bulan lalu.

"Empat ember ini beli Rp10 ribu. Ini buat satu hari," kata Harijani kepada Poskota saat ditemui, Jumat, 9 Januari 2026.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Insentif untuk Buruh Mulai dari Air Bersih, Kesehatan, hingga Transportasi

Harijani pun menuturkan bahwa keran di rumahnya tidak berfungsi normal. Bahkan sekalinya keluar, air PAM tersebut keruh dan berbau.

"Kalaupun keluar itu airnya keruh, udah gitu bau. Makanya saya beli air taruh ember," ungkapnya.

Senada dengan Harijani, Pengurus RT 03 Kelurahan Jembatan Besi, Suyuti membenarkan jika di wilayahnya sempat terjadi air keruh, bahkan air dari PAM itu berbau.

Namun sekarang air sudah mengalir dan sudah keluar dengan bersih.

Baca Juga: Pramono Groundbreaking Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, Perkuat Layanan Air Bersih Jakarta

"Memang kemarin sempat keruh, ya kotor lah, tapi sekarang udah bersih," kata Suyuti.

Menurut Suyuti, air di sejumlah rumah warga sempat keruh semenjak adanya beberapa proyek galian di lokasi tersebut.

"Ya karena ada penggalian pipa, sudah gitu aja sih," kata dia.

Suyuti sendiri tidak menampik jika sebelum air mulai kembali bersih, beberapa warga sempat membeli air bersih dari gerobak. Bahkan harus mengambil air dari musola.

"Cuma kalau sekarang memang sudah bagus lagi, alhamdulillah udah beres," pungkasnya.

Tags:
krisis air bersihPAM Jayaair PAM keruh berbauTamboraJakarta Barat

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor