TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID – RSUD Tamansari, Jakarta Barat, mencatat lonjakan signifikan jumlah warga yang melakukan vaksin flu menyusul beredarnya isu super flu.
Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Tamansari, Ngabila Salama, mengatakan peningkatan vaksinasi flu bahkan mencapai 10 kali lipat.
"Orang yang vaksin flu meningkat sampai 15 kali sampai 20 kali lipat," kata Ngabila saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Menurut Ngabila, sebelumnya jumlah warga yang melakukan vaksin flu hanya sekitar 5 hingga 10 orang per hari. Kini angkanya melonjak hingga sekitar 50 orang.
Baca Juga: Bandung Barat Siaga Super Flu, Dinkes Perketat Kewaspadaan Faskes
"Atau yang biasa sekitar 3 sampai 5 orang, sekarang 30 sampai 50 orang," ungkap dia.
Ngabila menambahkan, masyarakat yang ingin melakukan vaksin flu di RSUD Tamansari harus terlebih dahulu mendaftar dan membayar biaya sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Belum Ada Program Vaksin Flu Gratis
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan saat ini belum ada vaksin khusus untuk super flu. Namun, vaksin influenza telah tersedia sejak lama dan masih bersifat berbayar.
"Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan tapi memang dia belum vaksin program. Jadi artinya belum vaksin program masih berbayar gitu. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami," kata Ani.
Ani memastikan vaksin flu dapat diakses masyarakat di berbagai fasilitas kesehatan, meski belum masuk dalam program vaksin gratis pemerintah.
"Semua bisa mendapatkan itu tapi karena dia belum program jadi masih ada pembiayaan," tutur dia.
Gubernur DKI Pastikan Super Flu Belum Masuk Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Jakarta. Meski demikian, Pemprov DKI tetap menyiapkan langkah antisipasi.
"Jadi intinya begini, sampai hari ini Jakarta belum ada pasien yang super flu sampai hari ini. Baik itu data yang dimiliki oleh kami maupun data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan. Tetapi lebih baik daripada ini kita melakukan pencegahan," kata Pramono.
Baca Juga: Wagub DKI Rano Karno Minta Masyarakat Jakarta Waspada Virus Super Flu, DBD hingga TBC
"Maka saya sudah sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas untuk masyarakat yang ingin vaksinasi ya dipersilakan memang seperti yang dijelaskan tadi ada yang harus bayar," tambahnya.
Pramono juga menyebut, berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), super flu memiliki karakteristik yang berbeda dengan Covid-19.
"Mudah-mudahan Jakarta mempersiapkan untuk itu, kalau memang ada pasien yang terkena di Jakarta. Mudah-mudahan saya sendiri berharap tidak ada di Jakarta," kata dia.