POSKOTA.CO.ID - Link video yang diduga memuat perbuatan asusila Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah beredar luas dan viral di media sosial.
Viralnya video dugaan asusila ini memicu gelombang komentar dari warganet. Sejumlah komentar menyoroti pentingnya integritas dan etika kerja tenaga kesehatan maupun pegawai rumah sakit.
Banyak pihak menilai rumah sakit harus dijaga sebagai institusi yang menjunjung tinggi empati, profesionalisme, serta kepercayaan publik.
Seperti diketahui, video itu sendiri mulai viral setelah diunggah melalui platform TikTok dan kemudian menyebar ke berbagai media sosial lainnya.
Dalam narasi yang menyertai unggahan, video itu diklaim menampilkan dua orang yang diduga merupakan oknum pegawai rumah sakit sedang melakukan perbuatan tidak pantas.
Lokasi kejadian disebut-sebut berada di ruang pemulasaran jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, yang seharusnya menjadi area dengan standar etika dan profesionalisme tinggi.
Lantas, seperti apa fakta dalam link yang diduga memuat perbuatan asusila di RSUD dr Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah?
Baca Juga: LINK LIVE STREAMING Manchester City Vs Chelsea di Liga Inggris 2025/2026
Apa Isi Link Asusila RSUD Loekmono Hadi Kudus?
Dalam rekaman yang beredar dan diklaim berasal dari kamera pengawas atau CCTV, tampak dua sosok berada di dalam sebuah ruangan tertutup.
Ruangan tersebut dinarasikan sebagai ruang pemulasaran jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Klaim itu kemudian menjadi sorotan publik karena menyangkut tempat pelayanan yang erat kaitannya dengan nilai kemanusiaan dan empati.
Unggahan video itu turut disertai keterangan tambahan yang menyebut salah satu pihak berinisial A.
Sosok tersebut diklaim merupakan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Loekmono Hadi dan bertugas di bagian pemulasaran jenazah.
Dalam caption unggahan yang beredar, dugaan perbuatan mesum itu sendiri disebut sebagai tindakan tercela.
Benarkah Link Dugaan Asusila di RSUD Loekmono Hadi Kudus?
Manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya link video dugaan perbuatan asusila yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Dalam keterangan resmi, pihak rumah sakit membenarkan, dua orang yang terlihat dalam video tersebut merupakan oknum pegawai RSUD Kudus.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menyampaikan pengakuan tersebut saat menggelar konferensi pers di lingkungan rumah sakit.
Ia menjelaskan, hasil penelusuran awal internal menunjukkan keterkaitan pelaku dengan institusi yang dipimpinnya.
"Orang yang diduga melakukan tidak senonoh diduga pegawai RSUD. Dua oknum pegawai RSUD Kudus" jelas Abdul Hakam dalam konferensi pers di RSUD Kudus.
Lebih lanjut, Abdul Hakam mengungkapkan bahwa video yang kini viral tersebut bukanlah kejadian baru.
Dia menuturkan bahwa, rekaman itu merupakan video lama yang baru kembali mencuat ke publik dalam beberapa hari terakhir.
"Mungkin disimpan oleh seseorang dan akhirnya dikeluarkan baru satu dua hari ini," lanjut dia.
Abdul Hakam juga mengungkapkan waktu terjadinya aksi asusila yang terekam kamera CCTV tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian itu berlangsung pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 masih melanda.
"Perlu kita sampaikan ini video tahun 2020 sebelum Oktober. Tidak ditunjukkan cuman kejadian pada tahun 2020. Manajemen sekarang harus bertanggung jawab pada kejadian tahun 2020 tersebut," jelasnya.
Terkait lokasi kejadian, Abdul Hakam menjelaskan bahwa aksi mesum dua oknum pegawai tersebut tidak terjadi di ruang pelayanan utama, melainkan di ruang rumah tangga rumah sakit yang berada di dekat kamar jenazah.
"Itu kejadian pada tahun 2020, itu di ruang rumah tangga, itu sampingnya pemulasaran jenazah," katanya.
Pada saat kejadian, kedua oknum pegawai tersebut diketahui masih bertugas dalam satu divisi yang sama, yakni di bagian pemulasaran jenazah. Namun saat ini, keduanya sudah tidak lagi berada dalam divisi yang sama.