LABUAN BAJO, POSKOTA.CO.ID - Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 6 Januari 2026.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman menjelaskan, jasad tersebut diduga Warga Negara Asing (WNA) Spanyol yang ditemukan dalam pencarian hari ke-12.
“Hari ini Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan melakukan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan alat sonar, serta penyelaman,” kata Fathur dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2025.
Kronologi Penemuan Korban KM Putri Sakinah
Fathur menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari nelayan setempat terkait penemuan bangkai KM Putri Sakinah.
Baca Juga: YLKI Minta Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo Diusut Tuntas
Di dalam kapal tersebut, ditemukan satu korban tewas. Korban ditemukan pada koordinat 08°36'35,139" LS dan 119°40'36,826" BT, dengan jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi awal kapal tenggelam.
"Setelah menerima informasi itu, Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi menggunakan KN SAR Puntadewa 250 untuk mengevakuasi jenazah," ujarnya.
Kemudian, korban dievakuasi ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk penanganan lebih lanjut. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat untuk proses identifikasi.
"Sampai dengan saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berupaya melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat setempat," ucapnya.
Kapal Ditumpangi Keluarga Pelatih Valencia
Kapal wisata KM PUtri Sakinah melakukan perjalanan ke Pulau Kalong di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Kemudian, kapal bermuatan 11 orang itu melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar.
Di tengah perjalanan, mesin kapal mati hingga tenggelam, Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 20.45 WITA.
Empat dari 11 orang dinyatakan hilang. Keempat korban di antaranya Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier yang merupakan satu keluarga.
Adapun istri korban dan anaknya selamat dalam insiden tersebut. Korban selamat terdiri dari satu kapten, empat anak buah kapal, dan seorang pemandu wisata.