Respons santai KDM usai disebut gubernur konten oleh Pandji viral. Dedi Mulyadi mengajak sang komika menilai langsung pembangunan Jawa Barat. (Sumber: Instagram/@dedimulyadi71)

HIBURAN

Disebut Gubernur Konten, Respons Santai KDM Undang Pandji Pragiwaksono untuk Lihat Pembangunan Jabar

Senin 05 Jan 2026, 14:59 WIB

POSKOTA.CO.ID - Polemik antara komika Pandji Pragiwaksono dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik.

Perdebatan ini ramai dibicarakan di media sosial setelah KDM merespons langsung sindiran Pandji yang menyebutnya sebagai “gubernur konten”.

Isu tersebut tidak hanya menjadi bahan perbincangan hiburan, tetapi juga berkembang menjadi diskusi serius soal gaya kepemimpinan dan komunikasi politik di era digital.

Baca Juga: Fiersa Besari Cabut Laporan ke Polisi Soal Kasus Istri Ditabrak, Ini Alasannya

Sindiran Pandji Pragiwaksono Picu Perhatian Publik

Awal polemik bermula dari materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyinggung fenomena politik di Jawa Barat. Dalam materinya, Pandji mengkritik kecenderungan masyarakat yang dinilai kerap memilih figur publik atau artis sebagai pemimpin daerah.

Sindiran tersebut kemudian mengarah pada sosok Dedi Mulyadi yang dikenal aktif di media sosial. Pandji menyebut KDM sebagai “artis YouTube” hingga melabelinya sebagai “gubernur konten”, istilah yang langsung viral dan memicu reaksi beragam dari warganet.

Respons KDM: Kritik Adalah Bagian Demokrasi

Menanggapi pernyataan tersebut, KDM tidak menunjukkan sikap defensif. Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dari demokrasi dan tidak mempermasalahkan gaya satir yang digunakan Pandji dalam menyampaikan pendapatnya.

Menurut KDM, kritik dari seorang komedian justru menunjukkan kebebasan berekspresi yang sehat. Ia juga mengaku menikmati karya-karya Pandji yang dinilai mampu mengemas kritik sosial dengan cara yang ringan namun bermakna.

Baca Juga: Bernadya dan Member JKT48 Kritik Keras Pelaku Penyalahgunaan AI Grok di X

Ajak Pandji Lihat Pembangunan Jabar

Alih-alih membalas dengan pernyataan keras, KDM justru mengeluarkan tantangan terbuka. Ia mengundang Pandji untuk datang langsung ke Jawa Barat dan melihat kondisi pembangunan di lapangan.

Undangan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun media sosial pribadinya. Dalam pernyataannya, KDM menekankan bahwa kinerja kepala daerah seharusnya dinilai dari hasil nyata, bukan sekadar citra digital atau jumlah konten di media sosial.

“Saya tidak boleh memuji diri sendiri. Maka dari itu, saya mengundang Kang Pandji datang ke Jawa Barat. Silakan keliling melewati jalan-jalan provinsi dan lihat langsung hasilnya di berbagai daerah,” ujar Dedi dalam unggahannya yang dikutip Poskota, pada 5 Januari 2026.

Pernyataan KDM sontak menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet yang mengapresiasi respons tersebut karena dinilai elegan, dewasa, dan tidak emosional. Sikap KDM dianggap menunjukkan keterbukaan terhadap kritik publik.

Namun, ada pula yang menilai tantangan ini sebagai strategi komunikasi politik yang cerdas. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat citra KDM sebagai pemimpin yang percaya diri dengan hasil kerjanya.

Baca Juga: Istri Mansyur S Meninggal Dunia, Elvy Sukaesih Sampaikan Belasungkawa

Julukan “Gubernur Konten” dan Gaya Kepemimpinan Digital

Julukan “gubernur konten” sebenarnya bukan hal baru bagi KDM. Ia dikenal aktif membagikan aktivitasnya sebagai kepala daerah melalui berbagai platform media sosial dengan jutaan pengikut.

Bagi sebagian masyarakat, gaya komunikasi ini membuat KDM terlihat dekat dengan publik dan relevan dengan generasi digital. Namun, sebagian lainnya menilai aktivitas tersebut terlalu menonjolkan pencitraan dibandingkan substansi kebijakan.

Hingga saat ini, Pandji Pragiwaksono belum memberikan respons langsung atas undangan KDM tersebut. Publik pun menanti apakah sang komika akan menerima tantangan untuk melihat langsung pembangunan Jawa Barat atau justru kembali menyampaikan kritik lewat panggung komedi.

Yang jelas, polemik ini telah menjadi salah satu isu paling ramai di awal tahun. Pertemuan antara dunia hiburan dan politik ini memperlihatkan bagaimana kritik, respons, dan konten dapat membentuk opini publik dalam waktu singkat di era digital.

Tags:
stand-up comedygubernur kontenKDMDedi MulyadiGubernur Jawa BaratPandji Pragiwaksono

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor