POSKOTA.CO.ID - Persib Bandung dikabarkan menolak tawaran awal dari klub Serie B Italia, Pescara, yang berminat memulangkan bek asal Italia, Federico Barba, pada bursa transfer Januari 2026.
Keputusan tersebut menegaskan posisi Barba sebagai pilar penting dalam proyek jangka pendek Persib pada musim 2025/2026, sekaligus menunjukkan keseriusan manajemen mempertahankan stabilitas tim di tengah padatnya kompetisi domestik dan Asia.
Informasi penolakan tawaran itu pertama kali diungkapkan oleh jurnalis sepak bola Italia, Nicolo Schira, melalui akun media sosial X miliknya pada Sabtu, 3 Januari 2025.
Dalam unggahannya, Schira menyebut bahwa Persib tidak bersedia melepas Barba meski sang pemain disebut telah membuka peluang untuk kembali merumput di tanah kelahirannya.
“Persib telah menolak tawaran pertama Pescara untuk Federico Barba, yang telah menyatakan kesediaannya untuk kembali ke Italia,” tulis Nicolo Schira.
Baca Juga: Cara Aman Nonton Film Video Viral Legal Anti Blokir, Cek Panduannya Tanpa VPN!
Pilar Pertahanan Persib di Musim 2025/2026
Federico Barba didatangkan Persib Bandung pada awal musim 2025/2026 untuk memperkuat lini belakang dalam persaingan Super League Indonesia dan AFC Champions League Two.
Bek berusia 32 tahun itu langsung menjadi pilihan utama sejak kedatangannya dan menunjukkan adaptasi cepat dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
Hingga memasuki pertengahan musim, Barba telah mencatatkan 16 penampilan di seluruh kompetisi, dengan kontribusi impresif berupa tiga gol dan satu assist. Catatan tersebut menjadikannya salah satu bek paling produktif di skuad Maung Bandung, sebuah statistik yang jarang dimiliki pemain bertahan.
Lebih dari sekadar angka, kehadiran Barba memberikan ketenangan di lini pertahanan Persib. Pengalaman panjangnya di kompetisi Eropa membuatnya tampil disiplin dalam membaca permainan, kuat dalam duel udara, serta piawai mengatur garis pertahanan atribut yang sangat dibutuhkan Persib di level Asia.
Godaan Pulang ke Italia dan Klausul Kontrak
Ketertarikan klub Italia terhadap Federico Barba sejatinya bukan hal baru. Setelah lama berkarier di Eropa bersama klub-klub seperti AS Roma, Empoli, Chievo Verona, Pisa, dan Como, Barba memang kerap dikaitkan dengan kepulangan ke Italia.
Media Italia La Repubblica bahkan mengungkapkan bahwa dalam kontraknya bersama Persib terdapat klausul khusus yang memungkinkan Barba hengkang secara gratis apabila menerima tawaran dari klub Italia.
“Barba memiliki kontrak yang memungkinkannya pergi secara gratis jika menerima tawaran dari Italia,” tulis La Repubblica.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Barba pernah bekerja sama dengan Filippo Inzaghi saat membawa Benevento promosi ke Serie A pada 2020, sebuah koneksi yang terus memunculkan spekulasi kepindahannya.
Namun demikian, Persib tampaknya belum siap melepas sang bek, meskipun kontraknya hanya berdurasi satu musim dan akan berakhir pada akhir kompetisi 2025/2026.
Baca Juga: Antisipasi Tawuran Berulang, Brimob Polda Metro Jaya Patroli di Wilayah Cipinang
Penolakan Persib terhadap tawaran Pescara tidak semata soal teknis, tetapi juga mencerminkan nilai emosional yang telah terbangun antara klub dan pemain. Dalam waktu singkat, Barba bukan hanya menjadi pemain inti, tetapi juga figur pemimpin di ruang ganti.
Bagi Persib, kehilangan Barba di tengah musim berpotensi mengganggu keseimbangan tim, terutama saat mereka masih berjuang di dua kompetisi berbeda. Manajemen tampaknya menilai bahwa kontribusi Barba jauh lebih bernilai dibanding keuntungan jangka pendek dari transfer.
Keputusan ini juga memberi sinyal kuat kepada publik bahwa Persib tidak lagi sekadar menjadi “klub transit” bagi pemain asing, melainkan destinasi serius dengan ambisi prestasi.
Masa Depan Barba Masih Terbuka
Meski tawaran awal telah ditolak, peluang Federico Barba untuk kembali ke Italia belum sepenuhnya tertutup. Dengan durasi kontrak yang singkat dan adanya klausul khusus, masa depan sang pemain tetap menjadi perhatian, baik bagi penggemar Persib maupun pengamat sepak bola Eropa.
Untuk saat ini, fokus utama Barba adalah menyelesaikan musim bersama Persib dan membantu klub meraih target di Super League serta kompetisi Asia. Keputusan akhir mengenai masa depannya kemungkinan baru akan diambil setelah musim berakhir.