Dugaan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di bus Transjakarta rute 1A menjadi viral. Transjakarta menyatakan prihatin dan berkomitmen mendukung korban. (Sumber: TikTok/@anstsyzhr3)

HIBURAN

Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta Rute 1A, Manajemen Buka Suara dan Korban Dapat Pendampingan Hukum

Sabtu 03 Jan 2026, 16:34 WIB

POSKOTA.CO.ID - Sebuah video pengakuan penumpang perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan seksual bus Transjakarta viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan momen ketika korban mengonfrontasi seorang pria yang duduk di sebelahnya dan dituding melakukan tindakan tidak pantas di dalam bus.

Peristiwa yang disebut terjadi di bus Transjakarta rute 1A itu langsung memicu perhatian luas dari warganet. Banyak pihak menyoroti pentingnya rasa aman bagi penumpang transportasi umum, terutama bagi perempuan yang kerap menjadi kelompok rentan di ruang publik.

Viralnya kasus ini juga mendorong respons cepat dari manajemen Transjakarta. Operator transportasi tersebut menyatakan keprihatinan dan menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada korban, termasuk jika korban memilih menempuh jalur hukum.

Baca Juga: Profil dan Karir Andhara Early yang Umumkan Cerai Usai 14 Tahun Pernikahan Bersama Bugi Ramadhana

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta

Dalam video yang beredar, penumpang perempuan itu mengaku bagian pahanya disentuh oleh seorang pria bermasker hitam saat dirinya tertidur di dalam bus. Merasa dilecehkan, korban kemudian menanyai langsung pria tersebut setelah terbangun.

Pria yang dituduh melakukan pelecehan itu membantah tudingan korban. Ia beralasan juga tertidur dan mengantuk selama perjalanan.

Namun, korban tetap meyakini pria tersebut dalam kondisi sadar saat kejadian berlangsung sehingga adu argumen pun terjadi di dalam bus.

Situasi di dalam bus sempat memanas ketika pria tersebut bersiap turun dari bus. Korban kemudian meminta petugas Transjakarta menahan pintu agar pria itu tidak meninggalkan lokasi kejadian.

Selain itu, korban juga meminta agar petugas mendokumentasikan wajah pria tersebut tanpa masker. Menurut korban, langkah itu diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Baca Juga: Penyanyi Bernadya Sentil Netizen X Pakai Grok Tidak Senonoh: Otaknya Aneh

Transjakarta Buka Suara Terkait Kasus Viral

Menanggapi viralnya kejadian tersebut, manajemen Transjakarta menyampaikan pernyataan resmi dan mengaku prihatin atas dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu pelanggannya.

"Transjakarta sangat prihatin dan menyesalkan dugaan tindakan pelecehan yang terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di bus rute 1A," kata Kepala Departemen Humas dan CSR (Corporate Social Responsibility) PT Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangannya, Jumat 2 Januari 2026.

Transjakarta Siap Dampingi Korban Tempuh Jalur Hukum

Ayu menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 31 Desember 2025 sekitar pukul 11.30 WIB di bus rute Pantai Maju–Balai Kota. Setelah menerima laporan dari korban melalui pramusapa di lapangan, Transjakarta langsung berkomunikasi dengan korban untuk memastikan kondisinya.

"Setelah menerima laporan ketidaknyamanan dari korban melalui pramusapa di lapangan (seperti yang viral di media sosial), kami berkomunikasi dengan korban untuk memastikan kondisinya," katanya.

Lebih lanjut, Transjakarta menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum kepada korban apabila ingin menempuh jalur hukum.

"Kami berkomunikasi dengan korban untuk memastikan kondisinya. Lebih dari sekadar simpati, Transjakarta juga berkomitmen penuh untuk membersamai dan mendukung korban dalam menempuh jalur hukum," sambungnya.

Baca Juga: Tunggu Keputusan Wardatina Mawa, Inara Rusli Pertimbangkan Isbat Nikah dengan Insanul Fahmi

Imbauan Transjakarta untuk Penumpang

Transjakarta menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan merupakan hak setiap pengguna transportasi publik. Oleh karena itu, seluruh penumpang diimbau untuk saling menjaga dan peduli terhadap sesama pelanggan.

Jangan ragu untuk segera melaporkan segala bentuk tindakan yang mengganggu kenyamanan kepada petugas kami di lapangan atau melalui call center 1500-102.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama dan peran aktif penumpang serta petugas dalam menciptakan transportasi publik yang aman dan bebas dari pelecehan seksual.

Tags:
manajemen TransjakartaTransjakartabus Transjakarta pelecehan seksualpelecehan seksual bus Transjakarta

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor