POSKOTA.CO.ID - Musikus Sal Priadi mendadak menjadi sorotan publik setelah foto dirinya bersama sastrawan Sitok Srengenge beredar luas di media sosial.
Unggahan tersebut menuai kritik tajam dari warganet karena Sitok Srengenge pernah terseret kasus dugaan kekerasan seksual yang mencuat ke publik pada 2013.
Sejumlah warganet menilai foto tersebut berpotensi menimbulkan kesan keliru, terutama bagi para penyintas kekerasan seksual. Nama Sal Priadi pun ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, khususnya X.
Menanggapi polemik yang berkembang, Sal Priadi akhirnya memberikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan konteks pertemuan yang terjadi.
Klarifikasi Sal Priadi soal Foto Bersama Sitok Srengenge
Sal Priadi menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Sitok Srengenge terjadi secara tidak disengaja dan tidak memiliki maksud tertentu. Ia mengungkapkan bahwa saat itu dirinya sedang berkunjung ke rumah temannya, Laore Siwi Mentari, yang merupakan anak dari Sitok Srengenge.
Dalam kunjungan tersebut, Sal bertemu dengan orang tua temannya dan menjalani interaksi layaknya tamu pada umumnya sebelum akhirnya diminta untuk berfoto.
“Ngasih konteks doang. Saya main ke rumah anaknya, masuk rumahnya ada bapak dan ibunya, ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” tulis Sal dalam cuitannya di X, dikutip Poskota pada, Sabtu 3 Januari 2026.
Menurut Sal, foto Sal Priadi dengan Sitok Srengenge tersebut diambil secara spontan dalam suasana santai sebagai bentuk sopan santun kepada tuan rumah. Namun, ia tidak menyangka unggahan itu justru memicu reaksi keras di ruang publik.
Baca Juga: Tunggu Keputusan Wardatina Mawa, Inara Rusli Pertimbangkan Isbat Nikah dengan Insanul Fahmi
Sal Priadi Tegaskan Tidak Membela dan Berpihak pada Korban
Menyadari dampak luas dari foto tersebut, Sal Priadi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak membela Sitok Srengenge dalam perkara hukum apa pun. Ia menekankan bahwa kasus yang menyeret nama Sitok sudah menjadi ranah hukum.
“Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya jelas, saya enggak membela. Kalau ada pihak yang melintir, itu urusan dia dengan apa pun yang dia inginkan soal ini,” tulis Sal.
Dalam pernyataan lainnya, Sal kembali menegaskan sikapnya secara lugas dan tidak ingin posisinya disalahartikan oleh publik. “Menurut saya sudah jelas, dia j****. Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto,” ujar Sal.
Ia juga menyampaikan pernyataan tegas saat menanggapi komentar warganet yang terus berdatangan di media sosial. "Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya enggak bela. Kalau ada pihak yang melintir-melintir, itu urusan dia sama apa pun yang dia inginkan soal ini. Menurut saya clear, dia janc*k," ucapnya.
Sal Priadi mengakui bahwa unggahan foto tersebut dapat melukai perasaan para penyintas kekerasan seksual. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik, terutama terkait ajakan berfoto.
"Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto ya, thanks," tutur Sal Priadi. Pernyataan ini sekaligus menjadi penutup klarifikasi Sal atas polemik yang berkembang di media sosial.
Baca Juga: Profil dan Karir Andhara Early yang Umumkan Cerai Usai 14 Tahun Pernikahan Bersama Bugi Ramadhana
Latar Belakang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Sitok Srengenge
Sebagai informasi, Sitok Srengenge pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada akhir 2013 oleh seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang disebut berujung pada kehamilan.
Korban menyebut dugaan peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, dengan unsur pemaksaan dan tipu muslihat. Kasus ini menjadi sorotan luas karena melibatkan figur sastrawan yang cukup dikenal di Indonesia.
Pada 2014, Sitok Srengenge sempat ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini, proses hukum tersebut tidak pernah berujung pada putusan pengadilan yang memberikan kepastian hukum bagi korban.