JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Industri mobil listrik di China terus bergerak dinamis seiring ketatnya persaingan antarpabrikan. Inovasi menjadi senjata utama untuk menarik perhatian konsumen, sekaligus mempertahankan posisi di tengah derasnya perkembangan teknologi kendaraan listrik.
Salah satu produsen yang kerap mencuri perhatian adalah BYD. Pabrikan asal Negeri Tirai Bambu ini dikenal agresif menghadirkan berbagai teknologi baru di lini Electric Vehicle (EV)-nya. Namun, laju inovasi tersebut justru memunculkan fenomena lain: ketertarikan para pesaing untuk mempelajari hingga meniru terobosan yang dikembangkan BYD.
“Pola ini menyebabkan diskusi internal di BYD mengenai apakah inovasi berkelanjutan masih bermanfaat jika hasilnya ditiru,” ujar Li Yunfei, General Manager Brand & Public Relation BYD Group, dikutip dari Carnewschina.
Baca Juga: Leapmotor B10 Setir Kanan Mengaspal, Seberapa Siap untuk Pasar Indonesia?
Menurut Li, dalam banyak kasus satu perusahaan biasanya menjadi pionir terlebih dahulu, lalu diikuti oleh merek lain dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun. Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di internal BYD, meski tidak sampai mengendurkan semangat perusahaan dalam melakukan riset dan pengembangan.
“Perusahaan menyimpulkan inovasi harus terus berlanjut, karena tanpa terobosan orisinal pada akhirnya tidak akan ada yang bisa ditiru oleh orang lain,” lanjutnya.
Li juga menyinggung peran besar Wang Chuanfu, pendiri BYD, dalam mendorong budaya inovasi perusahaan. Chuanfu disebut tidak hanya berperan sebagai pimpinan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses riset dan pengembangan teknologi.
Ia bahkan kerap mengikuti rapat teknis sepanjang hari, membahas detail ilmiah mulai dari reaksi kimia baterai hingga kapasitas jaringan listrik untuk pengisian daya cepat. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat BYD mampu melahirkan berbagai terobosan.
Baca Juga: Penjualan BYD Tembus 4,5 Juta Unit Sepanjang 2025
Komitmen BYD terhadap riset juga tercermin dari sejumlah pendaftaran paten baru hingga akhir 2025. Salah satunya adalah teknologi motor listrik yang diklaim mampu menyesuaikan daya magnet secara otomatis, sehingga lebih efisien dalam berbagai kondisi penggunaan.
“BYD memperkirakan peluncuran teknologi utama di masa mendatang akan terus menarik perhatian dan ditiru,” tutur Li.
Meski menyadari praktik saling meniru kerap terjadi di industri otomotif, BYD memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika persaingan. Menurut perusahaan, proses ini justru berkontribusi terhadap perkembangan industri kendaraan listrik secara keseluruhan.
Berangkat dari kondisi tersebut, BYD memastikan akan terus memperkuat pengembangan Battery Electric Vehicle (BEV) maupun teknologi hybrid. Berbagai inovasi baru juga tengah disiapkan agar dapat menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Dengan langkah itu, BYD berharap teknologi terkini dapat segera dihadirkan ke pasar melalui lini kendaraan listriknya, sekaligus menjaga daya saing di tengah ketatnya kompetisi industri otomotif global.