POSKOTA.CO.ID - Memasuki awal tahun 2026, pertanyaan puasa berapa hari lagi? mulai ramai dibicarakan masyarakat.
Umat Islam di berbagai daerah pun bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan kesiapan ibadah, baik secara jasmani maupun rohani.
Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan selalu menjadi sorotan karena melibatkan metode dan otoritas yang berbeda.
Hal ini kerap memunculkan perbedaan awal puasa antara pemerintah dan organisasi Islam, khususnya Muhammadiyah.
Baca Juga: 8 Lokasi Sholat Idul Adha 2025 di Bandung, Cari yang Paling Dekat dan Mudah Dijangkau
Meski keputusan resmi pemerintah masih menunggu Sidang Isbat, sejumlah perkiraan awal Ramadhan 2026 sudah dapat dijadikan acuan hitung mundur.
Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB.
Dalam SKB tersebut, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan jatuh pada 21–22 Maret 2026. Penetapan ini memberikan gambaran estimasi waktu Ramadhan, meski tidak secara langsung menentukan awal puasa.
Pemerintah menegaskan bahwa awal Ramadhan tetap akan ditetapkan melalui Sidang Isbat dengan mempertimbangkan hasil perhitungan hisab dan pengamatan rukyatul hilal.
Keputusan ini sekaligus menentukan malam pertama pelaksanaan Salat Tarawih.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya
Versi Muhammadiyah: Puasa Dimulai 18 Februari 2026
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu mengumumkan jadwal resmi awal Ramadhan 1447 H.
Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025. Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan hasil Musyawarah Nasional Tarjih.
Menurut Muhammadiyah, awal bulan Hijriah ditetapkan ketika ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam dan posisi bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam, tanpa mempertimbangkan tinggi hilal.
Baca Juga: Makna Perayaan Trihari Suci, Dari Kamis Putih hingga Vigili Paskah Menurut Romo Feri
Alasan Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan
Perbedaan awal Ramadhan antara pemerintah dan Muhammadiyah merupakan hal yang lazim terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni wujudul hilal, sedangkan pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) menerapkan kriteria Imkanur Rukyat yang mengacu pada kesepakatan MABIMS.
Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar bulan baru dinyatakan dapat terlihat. Perbedaan pendekatan inilah yang sering menyebabkan selisih awal puasa.
Jadi, Puasa Ramadhan 2026 Tinggal Berapa Hari Lagi?
Jika dihitung dari awal Januari 2026 dan mengacu pada penetapan Muhammadiyah serta perkiraan kalender pemerintah, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan tinggal sekitar 49–50 hari lagi.
Dengan hitung mundur tersebut, umat Muslim diharapkan dapat mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.