POSKOTA.CO.ID - Persija Jakarta menghadapi tantangan besar jelang laga sarat gengsi melawan Persib Bandung pada pekan ke-17 Super League 2025-2026.
Pertandingan klasik bertajuk Derby Indonesia itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026. Duel dua rival abadi tersebut bukan hanya menyedot perhatian publik sepak bola nasional, tetapi juga berpotensi menentukan arah persaingan di papan atas klasemen.
Namun, di tengah persiapan menuju laga krusial tersebut, Persija dibayangi persoalan serius terkait ketersediaan pemain. Dua pilar penting Macan Kemayoran, Emaxwell Souza dan Alan Cardoso, berada dalam status pengawasan akibat akumulasi kartu kuning yang mereka terima sepanjang musim berjalan.
Ancaman Akumulasi Kartu Kuning
Emaxwell Souza dan Alan Cardoso sama-sama telah mengoleksi tiga kartu kuning di Super League 2025-2026. Sesuai regulasi kompetisi, seorang pemain akan otomatis menjalani hukuman larangan bermain apabila mengantongi kartu kuning keempat.
Keduanya masih berpeluang tampil pada pekan ke-16 saat Persija menjamu Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Namun, jika salah satu atau bahkan keduanya kembali menerima kartu kuning pada laga tersebut, maka absensi di laga melawan Persib tidak dapat dihindari.
Situasi ini menjadi dilema strategis bagi pelatih Persija, Mauricio Souza. Di satu sisi, Persija membutuhkan kekuatan penuh untuk mengamankan poin maksimal saat menghadapi Persijap. Di sisi lain, risiko kehilangan pemain kunci pada laga Derby Indonesia menjadi pertimbangan besar yang tidak bisa diabaikan.
Secara statistik, Emaxwell Souza tercatat menerima kartu kuning dalam pertandingan melawan Arema FC, PSIM Yogyakarta, dan Semen Padang. Sementara Alan Cardoso mendapatkan peringatan serupa saat menghadapi Persita Tangerang, Dewa United, dan Borneo FC.
Daftar Pemain Absen Sudah Bertambah
Masalah Persija tidak berhenti pada potensi absennya Emaxwell dan Alan. Klub ibu kota itu telah dipastikan kehilangan beberapa pemain penting ketika bertandang ke markas Persib.
Nama paling mencolok adalah Ryo Matsumura. Winger asal Jepang tersebut dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin PSSI berupa larangan bermain empat pertandingan serta denda sebesar Rp50 juta. Hukuman itu diberikan akibat gestur negatif yang dilakukan Ryo dalam laga kontra Semen Padang.
Dengan sanksi tersebut, Ryo dipastikan absen dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC, Persijap Jepara, Persib Bandung, dan Madura United. Kehilangan Ryo jelas menjadi pukulan telak bagi Persija, mengingat kontribusinya di sektor sayap yang selama ini menjadi salah satu senjata utama tim.
Selain Ryo, Fabio Calonego juga masuk dalam daftar pemain yang tidak tersedia. Gelandang asal Brasil itu awalnya dijatuhi larangan bermain dua pertandingan setelah menerima kartu merah dalam laga kontra Semen Padang. Namun, Komite Disiplin PSSI kemudian menambah satu pertandingan hukuman, sehingga Fabio harus menepi selama tiga laga, termasuk saat Persija menghadapi Persib.
Ujian Mental dan Strategi Persija
Absennya sejumlah pemain inti serta ancaman akumulasi kartu kuning membuat Persija berada dalam posisi yang tidak ideal jelang laga kontra Persib. Lebih dari sekadar persoalan teknis, situasi ini juga menjadi ujian mental bagi tim yang tengah berupaya menjaga konsistensi di papan atas klasemen.
Baca Juga: Donasi Terkumpul Rp3,6 Miliar saat Perayaan Tahun Baru, Gubernur Pramono Berterima Kasih
Derby Indonesia selalu menyimpan tekanan emosional tinggi, baik bagi pemain maupun suporter. Persija dituntut untuk tampil disiplin, cerdas, dan mampu mengelola emosi agar tidak kembali kehilangan pemain akibat sanksi.
Mauricio Souza dituntut untuk memutar otak, mempersiapkan skema alternatif, serta memastikan pemain pelapis siap mengisi peran penting. Keputusan strategis yang diambil dalam laga melawan Persijap Jepara diyakini akan sangat berpengaruh terhadap kesiapan Persija menghadapi Persib.
Laga Penentu Awal Tahun
Pertemuan Persib vs Persija pada awal tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu laga paling menentukan di paruh musim Super League. Selain gengsi rivalitas, hasil pertandingan juga berpotensi mengubah peta persaingan menuju tangga juara.
Bagi Persija, laga ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang pembuktian karakter tim di tengah keterbatasan. Apakah Macan Kemayoran mampu tetap menggigit meski dalam kondisi timpang, atau justru Persib yang akan memanfaatkan situasi ini demi keuntungan di kandang sendiri.