Gol penyeimbang tersebut membuat atmosfer Stadion Sultan Agung bergemuruh. PSIM terus menekan demi mencari gol kemenangan, sementara PSBS mulai bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik.
Namun, situasi berubah pada menit ke-87. PSIM harus kehilangan Raka Cahyana setelah menerima kartu kuning kedua akibat tekel keras terhadap pemain PSBS. Bermain dengan 10 orang, PSIM memilih bermain lebih berhati-hati di sisa waktu pertandingan.
Meski unggul jumlah pemain, PSBS Biak gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol tambahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.
Posisi Klasemen dan Makna Hasil Imbang
Tambahan satu poin membuat PSIM Yogyakarta tetap bertahan di posisi kelima klasemen Super League dengan koleksi 24 poin. Sementara itu, PSBS Biak berada di peringkat ke-15 dengan raihan 13 poin.
Bagi PSIM, hasil imbang ini bukan sekadar angka di papan skor. Kebangkitan dari ketertinggalan dua gol menunjukkan kekuatan mental dan solidaritas tim, terutama di hadapan publik sendiri. Sebaliknya, PSBS Biak patut menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan meski sempat berada di atas angin.
Laga ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konsistensi dan fokus hingga menit akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi kedua tim dalam persaingan ketat Super League musim ini.
