Suasana rumah duka salah seorang korban kebakaran Gedung Terra Drone di Cluster Sanur, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Rabu, 10 Desember 2025. (Sumber: Poskota/Nurpini Aulia Rapika)

JAKARTA RAYA

Korban Kebakaran Terra Drone Dimakamkan di Tambun Selatan Bekasi

Rabu 10 Des 2025, 21:36 WIB

BABELAN, POSKOTA.CO.ID - Jenazah Assyifa Mulandar, 25 tahun, salah seorang korban tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Baru Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, akan dimakamkan di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Untuk informasi pemakaman, rencananya mau di Mangunjaya. Jadi pihak keluarga mau dibawa ke sini (rumah duka),” kata Ketua RT 04 Cluster Sanur, Tulus Budi Wijayanto, Rabu, 10 Desember 2025.

Tulus mengatakan pihak RT akan membantu proses pengurusan hingga pemakaman korban.

“Kami sebagai pengurus lingkungan bertanggung jawab untuk membantu warga, ya. Terutama untuk pengurusan jenazahnya nanti, sampai pemakaman selesai lah,” ujarnya.

Baca Juga: Sosok Assyifa Mulandar di Mata Sang Adik sebelum Tewas dalam Kebakaran Terra Drone

Ia menjelaskan, pengurus RT dan RW juga akan memberikan bantuan berupa uang untuk kebutuhan pengurusan jenazah.

Namun, hingga berita ini diturunkan, jenazah Assyifa masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk menunggu hasil identifikasi.

“Tadi saya komunikasi dengan kakak korban, ternyata juga belum ada info, masih menunggu. Kalau kami maunya secepatnya, ya, karena kasihan jenazahnya juga, gitu,” kata dia.

Menurutnya, keluarga korban sudah tinggal di lingkungan tersebut sekitar lima tahun. Assyifa tinggal bersama ayah, ibu, kakak perempuan, dan adik laki-lakinya.

Baca Juga: Tragedi Kebakaran Tewaskan 22 Orang, Manajemen Gedung Terra Drone Diperiksa

“Dia sudah cukup lama tinggal di sini. Kisaran ada 5 tahun lebih, ya. Di sini tinggal sekeluarga, suami istri sama tiga orang anak,” ucapnya.

Berdasarkan informasi di lokasi, Assyifa adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan bekerja sebagai staf pajak atau accounting selama kurang lebih satu tahun di perusahaan tersebut.

“Korban ini tiga bersaudara, dia anak kedua. Kurang lebih baru satu tahun bekerja di sana,” ujar adik korban, Alfito Mulandar.

Alfito menyatakan, kakaknya berangkat kerja menggunakan motor sekitar pukul 08.00 WIB setiap hari. Saat kebakaran terjadi, ia yang berada di lantai 3 terjebak di tangga dan tidak dapat turun karena asap terlalu pekat.

Ia juga menceritakan bahwa sebelum dinyatakan meninggal dunia, Assyifa sempat menelepon ibunya untuk memberi kabar adanya kebakaran.

“Di jam 12.45 dia menelpon ibu saya bilang minta maaf. Sekedar minta maaf dan pamitan. Setelah itu udah enggak bisa dihubungi, tapi nomornya centang dua, cuma enggak bisa dihubungi lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Mendagri Tinjau Lokasi Kebakaran Gedung Terra Drone yang Tewaskan 22 Orang

Percakapan tersebut berlangsung singkat dan Assyifa tidak sempat menjelaskan kondisi yang dialaminya.

“Terakhir kali komunikasi dengan mama saya sekedar ditelepon doang. Dan enggak sempat cerita kondisinya gimana,” tuturnya.

Ia menegaskan, tidak ada tanda-tanda atau firasat apa pun sebelum musibah menimpa kakaknya. Semua interaksi terakhir berjalan normal.

Saat ini suasana duka masih menyelimuti keluarga dan kerabat di rumah duka. Keluarga masih menunggu kabar lanjutan terkait proses identifikasi jenazah. (cr-3)

Tags:
Bekasi Terra Dronekebakaran

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor