Aktivis HMI itu juga menilai pihak perusahaan dan pemerintah abai terhadap kondisi jalan tersebut. Padahal, warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, tetapi tidak direspons.
"Dua perusahaan pelaksana proyek tol Serpan yakni, PT Sino Road and Bridge Group dan PT Hutama Karya (HK) KSO, juga dianggap tidak menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki akses jalan warga yang terdampak," ujar dia.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa terus dibiarkan, karena menyangkut kepentingan masyarakat Patia, Sukaresmi, dan wilayah sekitarnya.
“Ini masih tanggung jawab perusahaan. Mereka wajib mengantisipasi dampak lingkungan dan lalu lintas sesuai Amdal dan Andalalin, tapi faktanya masyarakat yang dirugikan, apakah ini yang dikatakan memberikan dampak positif. Saya rasa tidak, karena banyak warga yang ngeluh," katanya.
Akses yang terisolasi berdampak terhadap roda ekonomi masyarakat.
"Ini jelas menghambat pertumbuhan ekonomi warga. Bahkan anak-anak sekolah harus melewati jalan lumpur," tutur dia. (fat)
