Kondi permukiman warga di Bantaran Kali Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu, 6 Desember 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

Nasional

Waspada Banjir Kiriman saat Katulampa 'Memerah', Warga Kebon Pala: Enggak Khawatir

Sabtu 06 Des 2025, 19:22 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, sempat meningkat pada Jumat malam, 5 Desember 2025, akibat curah hujan tinggi di wilayah Bogor dan Puncak.

Kondisi ini memicu luapan air yang kemudian mengalir ke wilayah hilir, termasuk kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang sudah lama dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir kiriman.

Luapan air kiriman itu terpantau tiba pada Sabtu sekitar pukul 03.30 WIB, dengan ketinggian mencapai semata kaki.

Meski begitu, bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, kondisi tersebut bukan hal yang mengagetkan.

Alan, 39 tahun, mengatakan, bahwa banjir kiriman dari hulu itu sempat melanda wilayahnya, namun hanya setinggi mata kaki.

Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Debit Katulampa, BPBD DKI Perketat Kewaspadaan Banjir di Jakarta

"(Tingginya) semata kaki itu dari luapan sungai Ciliwung," ucap Alan kepada Poskota, Sabtu, 6 Desember 2025.

Alan mengaku, untuk mengantisipasi banjir kiriman lanjutan yang tak bisa diprediksi kedatangannya itu.

Dirinya yang tinggal bersama sang istri telah menempati barang-barang elektroniknya ke lantai dua rumah.

"Perabotan paling ditaruh di atas kayak orang pindah. (Saat ini barang-barangnya) Sudah di keatasin semua," ujar Alan.

Situasi Sungai Ciliwung di Bantaran Kali Kebon Pala, Jakarta Timur, Sabtu, 6 Desember 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

Alan menyebut, banjir kiriman setinggi mata kaki itu datang ke pemukimannya pada pukul 03.30 WIB. Dan berangsur-angsur surut sekitar pukul 05.30 WIB.

"(Surutnya) cepet, tadi jam setengah enam sudah surut," kata Alan.

Meski demikian, Alan mengaku tak terlalu mengkhawatirkan ketika banjir kiriman itu datang.

"Karena sudah biasa enggak khawatir, kalau sudah biasa. Sudah 10 tahun (tinggal di sini)," katanya.

Bahkan, Alan menyebut, beberapa tahun lalu sempat banjir kiriman melanda wilayah dengan ketinggian dua meter. "Dua meter pernah di sini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Alan menangkapkan, biasanya ketika bendungan dari hulu sudah meningkat. Aparat pemerintah setempat sudah memberikan pengumuman atau imbauan bagi warga untuk siap-siap.

"Ada, pengumuman dari kelurahan keliling dari toa masjid juga ngumumin ada banjir gede gitu," ucapnya.

Kendati demikian, Alan mengaku setiap banjir besar melanda, warga sekitar bantaran Sungai Ciliwung itu jarang mendapat bantuan.

"Kalo bantuan jarang, paling yang di wilayah atas doang, di sini jarang tersentuh karena kan warga pasti tetap di atas rumah, ga mau ngungsi," kata dia.

Sementara itu, Munir, 43 tahun, yang sudah hidup di wilayah itu sejak lahir mengaku tidak khawatir datangnya banjir kiriman.

“Dari kecil (sejak lahir), 43 tahun saya di sini, (kalau ada) banjir mah udah biasa,” ujar Munir.

Baca Juga: Warga Tanjung Sanyang Jaktim Selalu Waswas saat Musim Hujan: Kalau Katulampa Naik, Kami Siaga!

Berbeda dengan Alan, Munit menyebut, tak ada persiapan untuk menghadapi banjir kiriman tersebut.

“Enggak ada. Pokoknya bagaimana hari-harinya saja. Kalau bisa diangkat ya diangkat (pas banjir),” kata Munir.

Ia juga menyebut ada pemberitahuan banjir dari kelurahan melalui bel dan pengeras suara. Namun katanya, sistem itu sering membuat warga salah paham.

"Kadang bel bunyi, tapi enggak banjir. Bikin panik,” ungkap dia.

Warga, menurut Munir, lebih percaya memantau kondisi Ciliwung melalui ponsel.

“Orang sini mah nge-handphone semua. Liat Ciliwung Depok berapa, Katulampa berapa. Udah tahu ukuran-ukurannya,” ujar dia.

Sementara itu, Hanafi, 61 tahun, salah satu tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai wakil ketua RT, menjelaskan pembagian wilayah dan tingkat risiko banjir di Kebon Pala.

Ia menyebut ada tiga RT yang paling terdampak, yaitu RT 1, RT 2, dan RT 16, dengan jumlah total 150-180 KK.

"Jadi ada dua domisili sini RT 16, RT 1, sama RT 2. Satu lingkup ini tiga RT," kata Hanafi.

Hanafi menjelaskan bahwa dampak banjir sangat bergantung pada status siaga Katulampa.

"Semuanya tergantung. Kalau siaga 2, sekitar RT 16 kena semua. Kalau siaga satu kelelep semua tiga RT," ungkap Hanafi. (cr-4)

Tags:
banjirJabodetabek Jakarta Timur kebon palaBendung Katulampa

Tim Poskota

Reporter

Mohamad Taufik

Editor