Dalam keterangannya, ia menjelaskan, alur kejadian menunjukkan benturan keras terjadi sangat tiba-tiba dan fatal.
Baca Juga: Kisah Penjaga Perlintasan Kereta Liar di Bojonggede Bogor, Cegah Kecelakaan dengan Alat Seadanya
Benturan itu menyebabkan Gary mengalami luka serius pada bagian kepala hingga langsung tidak sadarkan diri.
"Menabrak pohon sehingga terjadi kecelakaan lalu-lintas yang mengakibatkan luka (meninggal dunia) dan kerusakan kendaraan."
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa faktor perlindungan kepala tidak optimal saat kejadian.
Setelah kejadian, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan melarikan Gary ke RSPPN Soedirman.
Namun, seperti disampaikan Budi, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban sempat dilarikan ke RSPPN Soedirman, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Luka yang dialami terlalu parah dan menyebabkan Gary mengembuskan napas terakhir beberapa saat setelah kejadian.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Nicolas Ary Lilipaly, juga menguatkan temuan mengenai tidak digunakannya helm pada saat kecelakaan terjadi.
“Diduga demikian (Gary Iskak tidak pakai helm saat kejadian). Nggak ada (helm)," ungkapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memastikan penyebab utama kecelakaan tersebut.
