Dalam menjalankan ekspansi di Indonesia, Mukhtara Air didukung oleh jajaran eksekutif yang memiliki rekam jejak panjang di industri penerbangan.
Struktur kepemimpinannya meliputi Sami Al Harbi sebagai Chairman / President Director, Andik Setiawan yang menjabat menjadi Operating Director, serta Winarso di Managing Director.
Manazil Al Mukhtara Company Holding yang menjadi motor penggerak utama tersebut juga mengelola lebih dari 15 hotel yang tersebar di Madinah, Mekkah, dan Jeddah.
Mereka menyediakan layanan terintegrasi untuk jamaah haji dan umrah, mulai dari akomodasi, katering, transportasi, hingga paket umrah yang dirancang secara komprehensif.
Dengan jaringan bisnis yang begitu kuat, ekspansi ke sektor penerbangan dinilai sebagai langkah logis untuk memperkuat ekosistem layanan mereka dari darat hingga udara.
Baca Juga: Anggota Komisi V DPR Sayangkan Insiden Pilot Maskapai Indonesia yang Tertidur
Rute Penerbangan Maskapai Mukhtara Air ke Mana Saja?
Dalam tahap awal operasional, Mukhtara Air akan mengandalkan dua jenis pesawat utama, yakni Airbus A320 dan Airbus A330.
Kedua armada ini disiapkan untuk melayani kombinasi rute domestik dan internasional dengan konsep layanan penuh atau full service airline.
Managing Director Mukhtara Air, Winarso, menjelaskan Airbus A330 akan digunakan untuk melayani rute internasional seperti Madinah dan Makkah.
Mukhtara Air juga berencana membuka rute baru ke Thaif dalam waktu dekat sebagai bagian dari pengembangan jaringan penerbangannya di kawasan Arab Saudi.
Sementara itu, Airbus A320 difungsikan sebagai pesawat feeder yang akan melayani rute domestik.
Pesawat ini akan digunakan untuk menghubungkan sejumlah kota besar di Indonesia dengan bandara-bandara pengumpan menuju rute internasional.
