Ilustrasi, pengurasan dan penggantian air radiator penting dilakukan untuk menjaga suhu mesin pada kendaraan. (Sumber: Dok Honda)

OTOMOTIF

Mengapa Radiator Perlu Dikuras? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mesin Motor

Minggu 30 Nov 2025, 18:06 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Banyak pemilik kendaraan masih beranggapan bahwa perawatan radiator cukup dilakukan dengan menambah air ketika volumenya menurun.

Padahal, radiator bukan sekadar wadah penampung air, melainkan bagian penting dari sistem pendingin yang bekerja menjaga kestabilan suhu mesin.

Sama halnya seperti tubuh manusia yang membutuhkan proses pembersihan, radiator pun memerlukan perawatan berkala melalui pengurasan.

Dilansir dari Wahana Honda berikut alasan air radiator harus dikuras:

1. Menghindari Penumpukan Kotoran dan Karat

Seiring penggunaan, air radiator dapat bercampur dengan partikel sisa logam, kerak, maupun zat kimia dari coolant lama.

Baca Juga: BYD Recall 88 Ribu Unit Qin Plus DM-i Akibat Potensi Cacat Baterai

Campuran tersebut berpotensi mengendap dan menyumbat jalur sirkulasi. Jika dibiarkan menumpuk, endapan itu dapat merusak komponen logam di radiator hingga blok mesin karena memicu karat.

Melakukan pengurasan secara rutin, umumnya setiap 20.000 hingga 40.000 kilometer atau mengikuti rekomendasi pabrikan, membantu mencegah munculnya masalah ini sebelum menimbulkan kerusakan lebih besar.

2. Menjaga Performa Sistem Pendingin

Cairan radiator yang sudah lama digunakan biasanya menurun kualitasnya dalam menghantarkan panas. Kondisi ini membuat suhu mesin lebih cepat meningkat, terutama saat kendaraan menghadapi kemacetan atau jalur menanjak.

Ketidakmaksimalan pendinginan mesin juga membuat kipas radiator bekerja lebih berat, sehingga konsumsi bahan bakar ikut terdorong naik.

Mengganti cairan radiator dengan yang baru akan membantu memulihkan efisiensi sistem pendingin agar mesin tetap berada pada suhu ideal.

3. Mencegah Overheating dan Kerusakan Komponen

Kasus overheating sering kali bermula dari persoalan sederhana: kualitas cairan radiator yang menurun, kotor, atau volumenya kurang.

Ketika suhu mesin melewati batas aman, risiko kerusakan pada komponen vital seperti gasket kepala silinder, piston, hingga potensi retaknya blok mesin meningkat signifikan.

Pengurasan radiator secara berkala menjadi langkah pencegahan yang jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan akibat overheat.

4. Coolant tidak Sama dengan Air Biasa

Masih banyak pengendara yang mengisi radiator dengan air sumur atau air keran, padahal cairan tersebut mengandung mineral yang dapat memicu pembentukan kerak.

Baca Juga: Chery Hadirkan Program Towing Gratis Bantu Pemilik Mobil Terdampak Banjir di Sumatera

Coolant atau cairan radiator khusus mengandung aditif anti-karat, anti-beku, dan penyeimbang pH yang berfungsi menjaga kebersihan dan stabilitas sistem pendingin.

Namun aditif tersebut memiliki masa pakai. Jika sudah melewati batas efektifnya, coolant dapat berubah sifat dan justru menimbulkan risiko korosi. Oleh karena itu, pengurasan tetap diperlukan meski radiator tampak bersih dari luar.

5. Radiator Terawat untuk Mesin yang Lebih Tahan Lama

Radiator yang selalu dalam kondisi baik membantu mesin bekerja pada rentang suhu optimal. Efeknya, gesekan pada komponen internal berkurang, oli lebih awet, dan performa mesin tetap stabil.

Perawatan sederhana ini berkontribusi pada umur mesin yang lebih panjang serta efisiensi penggunaan bahan bakar.

Pengurasan radiator bukan hanya aktivitas rutin di bengkel, tetapi merupakan investasi yang menjaga kesehatan mesin dalam jangka panjang.

Jika radiator pada kendaraan sudah lama tidak dibersihkan, inilah saat yang tepat untuk memberikan 'perawatan besar' pada sistem pendingin mesin.

Tags:
tips otomotifakibat air radiator tidak dikurasmengapa air radiator perlu dikurasradiator

Erwan Hartawan

Reporter

Mohamad Taufik

Editor