GAMBIR, POSKOTA.CO.ID — pada Sabtu, 29 November 2025 dini hari di bawah Flyover Roxy, Gambir, Jakarta Pusat, seharusnya hanya menyisakan lalu lintas yang sepi.
Namun suasana mendadak berubah tegang ketika delapan remaja dan pemuda terlihat berkumpul dengan gerak-gerik mencurigakan sebagian membawa celurit.
Beruntung, sebelum bentrokan terjadi, Tim Patroli Presisi Polres Metro Jakarta Pusat sudah lebih dulu tiba. Laporan warga mengenai potensi tawuran membuat polisi bergerak cepat, dan kehadiran petugas seketika mengacaukan rencana para remaja tersebut.
“Begitu tim datang, mereka berusaha kabur. Ada yang lari ke arah permukiman, ada yang mencoba bersembunyi di bawah flyover. Tapi semua berhasil diamankan,” ungkap Kasat Samapta Polres Jakpus, Kompol William Alexander, dalam keterangannya, Sabtu, 29 November 2025.
Baca Juga: Ibunda Raisa Andriana Sakit Kanker Apa? Ini Fakta Penyakit Ria Mariaty sebelum Meninggal Dunia
Delapan pemuda, yang usianya bahkan ada yang baru 15 tahun langsung digelandang ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menemukan dua bilah celurit yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Senjata itu kini menjadi barang bukti utama.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Condro Purnomo, menjelaskan fenomena tawuran kerap berawal dari ajakan spontan di media sosial atau tantangan antar kelompok. Dia menegaskan, menguasai senjata tajam di muka umum adalah tindak pidana dengan ancaman 10 tahun penjara. Kami harap itu bisa menjadi peringatan serius.
Menariknya, lanjut Susatyo, sebagian remaja yang diamankan merupakan anak sekolah yang seharusnya berada di rumah pada jam tersebut. Kombes Susatyo pun menyoroti peran keluarga yang kerap abai, sehingga remaja mudah terseret arus pergaulan berisiko.
“Orang tua harus tahu ke mana anaknya pergi dan dengan siapa mereka bergaul. Banyak kasus bisa dicegah jika pengawasan dilakukan sejak awal,” kata Susatyo.
Hingga kini, kata Susatyo, pihaknya masih mendalami apakah ada kelompok lain yang terlibat atau rencana tawuran lebih besar yang belum terungkap. Karena itu ia mengingatkan agar masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda kericuhan.
“Satu telepon bisa menyelamatkan nyawa. Hubungi 110 jika ada gangguan keamanan. Kami akan segera turun," ucap Susatyo.
Menurut Susatyo, saat ini situasi tawuran yang terus bergeser dari siang ke dini hari dan dari gang sempit ke bawah flyover. Ia menegaskan akan meningkatkan patroli untuk mencegah Jakarta Pusat kembali menjadi panggung pertarungan kelompok remaja.