Waspada! 5 Aplikasi Penyadap WhatsApp Ini Bisa Mengintai dari Jarak Jauh, Begini Cara Cek dan Amankan HP Anda

Minggu 26 Okt 2025, 06:39 WIB
Cara memeriksa apakah ponsel Anda menjadi target penyadapan, sekaligus memahami langkah-langkah yang tepat untuk mengamankan WhatsApp dari upaya peretasan. (Sumber: Pinterest)

Cara memeriksa apakah ponsel Anda menjadi target penyadapan, sekaligus memahami langkah-langkah yang tepat untuk mengamankan WhatsApp dari upaya peretasan. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Beragam aplikasi yang mengklaim mampu menyadap pesan WhatsApp dari jarak jauh, patut Anda wasapadai agar HP tetap aman.

Meski beberapa layanan dipasarkan untuk tujuan pengawasan, penggunaan aplikasi semacam ini berpotensi melanggar hukum dan menempatkan korban pada risiko kebocoran data, penipuan, hingga pemerasan.

Fenomena aplikasi penyadap WhatsApp ini sendiri kian marak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kontrol digital.

Ironisnya, sebagian besar pengguna yang memasang aplikasi tersebut justru tidak menyadari bahwa perangkat mereka sendiri bisa menjadi korban penyadapan serupa.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap situs atau aplikasi yang menjanjikan kemampuan menyadap WhatsApp.

Dalam situasi ini, penting untuk mengetahui cara memeriksa apakah ponsel Anda menjadi target penyadapan, sekaligus memahami langkah-langkah yang tepat untuk mengamankan WhatsApp dari upaya peretasan.

Apa Itu Aplikasi Penyadap WhatsApp?

Aplikasi penyadap adalah perangkat lunak yang dirancang untuk memonitor aktivitas digital pengguna lain.

Termasuk, isi pesan, riwayat panggilan, lokasi, hingga media yang dikirim.

Ada yang membutuhkan akses fisik ke perangkat target, ada pula yang dipasarkan mengklaim hanya memerlukan nomor telepon.

Terlepas dari klaim pemasaran, penggunaan aplikasi ini terhadap orang lain tanpa izin umumnya melanggar hukum dan etika.

Baca Juga: Tips Mengatasi Nomor WhatsApp Kena Spam dan Cara Mencegahnya

Daftar Aplikasi Penyadap WhatsApp

Berikut adalah daftar aplikasi penyadap WhatsApp yang patut Anda wasapadai agar tidak disusupi dari Jarak jauh.

1. SocialSpy

SocialSpy sering disebut dalam daftar layanan yang menjanjikan kemampuan membaca pesan WhatsApp hanya berdasarkan nomor telepon target.

Menurut klaim pemasarnya, pengguna cukup memasukkan nomor dan menunggu proses 'pencarian' untuk menampilkan riwayat pesan dan aktivitas.

Namun, klaim semacam ini patut dicurigai, akses nyata ke akun WhatsApp biasanya memerlukan verifikasi dua langkah atau akses fisik ke perangkat.

2. Spyier

Spyier dipasarkan sebagai aplikasi pengintai yang berjalan tersembunyi pada perangkat target.

Keunggulan yang sering dikemukakan adalah kemampuan untuk beroperasi tanpa diketahui pemilik ponsel.

Layanan ini umumnya berbayar, pengguna harus melunasi biaya langganan untuk membuka fitur-fitur pemantauan.

3. WhatsApp Web Plus

Nama yang mirip fitur resmi WhatsApp Web, sering dimanfaatkan pihak ketiga untuk membuat varian berbahaya.

Aplikasi atau situs palsu seperti yang berlabel “WhatsApp Web Plus” dapat mencoba mengecoh pengguna agar memasukkan kode verifikasi atau menyambungkan akun, sehingga membuka peluang akses tidak sah.

Waspadai aplikasi yang mengklaim fungsi ekstra di luar fitur resmi WhatsApp.

4. mSpy

mSpy adalah salah satu nama yang populer di pasar aplikasi kontrol orang tua dan pemantauan.

Selain pesan, layanan ini menawarkan pelacakan media sosial dan GPS real-time.

Bagi sebagian pengguna yang menggunakannya untuk alasan proteksi orang tua, fitur ini dianggap berguna, tetapi bila dipakai tanpa persetujuan, dampaknya bisa serius bagi privasi dan legalitas.

5. FlexiSpy

FlexiSpy dipromosikan sebagai solusi pengawasan paling komprehensif dengan fitur inti yang luas.

Perusahaan biasanya menawarkan uji coba, tetapi fitur penuh baru dapat diakses melalui paket berbayar.

Kemampuan pengawasan yang sangat lengkap menjadikan FlexiSpy berbahaya jika digunakan untuk tujuan yang melanggar hak privasi orang lain.

Cara Cek WhatsApp Disadap

1. Periksa Aplikasi yang Terinstal

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa daftar aplikasi di ponsel Anda.

Cermati jika ada aplikasi asing, tidak dikenal, atau yang tidak pernah Anda unduh sendiri.

Aplikasi penyadap sering kali menyamar dengan nama umum seperti “Service”, “System Update”, atau “Cleaner”.

Jika menemukan aplikasi mencurigakan, segera nonaktifkan izin aksesnya dan hapus dari perangkat.

2. Amati Penggunaan Baterai

Penurunan daya baterai secara drastis tanpa penggunaan intens dapat menjadi tanda aktivitas mencurigakan di latar belakang.

Aplikasi penyadap biasanya terus berjalan tanpa disadari pengguna untuk merekam dan mengirim data.

Jika konsumsi baterai meningkat secara tiba-tiba, segera lakukan pengecekan di menu “Penggunaan Baterai” untuk melihat aplikasi apa yang aktif paling lama.

3. Cek Pemakaian Kuota Data

Kenaikan penggunaan data internet yang tidak wajar juga bisa menjadi sinyal ponsel Anda sedang diawasi.

Aplikasi penyadap umumnya mengirimkan data ke server pihak ketiga secara diam-diam.

Periksa statistik pemakaian data pada menu pengaturan dan identifikasi aplikasi yang menggunakan kuota berlebihan padahal jarang Anda buka.

4. Waspadai Notifikasi Verifikasi WhatsApp

Jika Anda menerima kode verifikasi WhatsApp padahal tidak sedang login di perangkat lain, segera waspada.

Ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang mencoba mengakses akun Anda dari perangkat berbeda.

Jangan pernah membagikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak resmi WhatsApp.

5. Periksa Sesi WhatsApp Web

Masuk ke menu Pengaturan → Perangkat Tertaut di aplikasi WhatsApp. Di sana, Anda bisa melihat semua perangkat yang sedang tersambung ke akun Anda melalui WhatsApp Web.

Jika ada nama perangkat atau lokasi yang tidak dikenali, segera tekan “Keluar dari Semua Perangkat” untuk menghentikan akses pihak lain.

6. Perhatikan Perilaku Ponsel yang Aneh

Ponsel yang tiba-tiba restart sendiri, menjadi sangat lambat, atau membuka aplikasi tanpa perintah bisa menandakan adanya gangguan dari perangkat lunak asing.

Gejala seperti ini kerap muncul ketika sistem disusupi malware atau spyware.

Jangan abaikan tanda-tanda tersebut karena bisa jadi ponsel Anda sedang diretas.

Baca Juga: Jangan Klik Link Voting! Ini Modus Penipuan WhatsApp Terbaru yang Bisa Curi Akun Pengguna

Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Penyadapan

1. Perbarui Sistem dan Aplikasi

Pastikan sistem operasi dan seluruh aplikasi di ponsel Anda selalu diperbarui.

Pembaruan rutin tidak hanya menambah fitur baru, tetapi juga menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh peretas.

2. Hapus Aplikasi Mencurigakan dan Gunakan Antivirus

Segera hapus aplikasi yang tidak dikenal, terutama jika berasal dari sumber di luar toko resmi seperti Google Play Store atau App Store.

Setelah itu, lakukan pemindaian (scan) dengan antivirus tepercaya untuk memastikan tidak ada perangkat lunak berbahaya yang tersisa.

3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Amankan akun WhatsApp dengan mengaktifkan fitur Two-Step Verification. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan berupa PIN enam digit yang wajib dimasukkan setiap kali ada upaya masuk dari perangkat baru.

4. Keluarkan Sesi WhatsApp Web yang Mencurigakan

Secara berkala, periksa dan keluarkan seluruh sesi WhatsApp Web yang tidak dikenal.

Ganti juga kata sandi dan PIN pada akun penting seperti email, media sosial, dan dompet digital untuk menghindari risiko pencurian data.

5. Lakukan Reset Pabrik Jika Diperlukan

Jika ponsel Anda menunjukkan tanda-tanda penyadapan serius yang sulit diatasi, langkah terakhir adalah melakukan reset pabrik.

Namun, pastikan untuk mencadangkan (backup) data penting terlebih dahulu agar tidak hilang.

6. Laporkan ke Pihak Berwenang

Apabila Anda menemukan bukti penyalahgunaan data pribadi, pemerasan, atau penyadapan ilegal, segera laporkan ke pihak berwenang seperti kepolisian atau lembaga perlindungan konsumen digital.

Tindakan cepat dapat mencegah kerugian lebih lanjut dan membantu penegakan hukum terhadap pelaku.

Dengan kesadaran dan tindakan cepat, Anda bisa mencegah risiko penyadapan WhatsApp sejak dini dan memastikan privasi tetap aman di dunia maya yang kian terbuka.


Berita Terkait


News Update