POSKOTA.CO.ID - Kabar pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani tengah menjadi sorotan publik.
Pelantikan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 8 September 2025.
Di mana, Presiden Prabowo Subianto membacakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Tahun 2024-2029.
Namun, sorotan publik tak hanya tertuju pada peristiwa resmi tersebut.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jadi Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani, Simak Profil Lengkapnya
Putra Purbaya, Yudo Sadewa, mendadak menjadi perhatian warganet setelah mengunggah pernyataan kontroversial yang dikaitkan dengan Sri Mulyani.
Unggahan ini memicu diskusi luas di media sosial, bahkan menimbulkan kontroversi yang memperkuat sorotan terhadap keluarga Sadewa di tengah perubahan kabinet.
Lantas, apa sebenarnya isi unggahan Yudo Sadewa yang membuat heboh publik?

Apa Isi Unggahan Yudo Sadewa?
Berdasarkan informasi yang beredar, unggahan tersebut muncul pada 9 September 2025 di akun Thread @seduluranakbangsa.
Dalam unggahan itu, terlihat beberapa tangkapan layar yang diduga dibuat Yudo dengan kalimat kontroversial, menyindir Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani.
Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa tangkapan layar yang diduga dibuat oleh Yudo dengan kalimat kontroversional.
"Alhamdulillah, ayah ku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri," tulis Yudo, merujuk pada Sri Mulyani.
Selain menyindir Sri Mulyani, Yudo juga mengekspresikan kegembiraannya atas pencapaian sang ayah.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jadi Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani, Simak Profil Lengkapnya
“Alhamdulilah ayah jadi Menteri,” tulisnya di unggahan lain.
Pernyataan tersebut langsung menuai beragam reaksi warganet di media sosial.
Tak lama setelah unggahan viral tersebut, akun Instagram Yudo Sadewa dikabarkan lenyap dari platform.
Namun, Yudo masih tercatat memiliki akun lain bernama @yudosadewa yang kini diprivat sehingga tidak dapat diakses publik.
