POSKOTA.CO.ID - iPhone merupakan perangkat HP dari Apple yang sangat diminati di pasar gadget Indonesia.
Ketika ingin memilikinya, sekarang ini pengguna bisa memilih membeli iPhone inter (internasional) atau iPhone resmi dari iBox.
Sekilas keduanya tampak sama karena berasal dari pabrikan yang sama, Apple. Akan tetapi, terdapat perbedaan mendasar yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian.
iPhone inter dikenal dengan harga yang lebih murah karena masuk melalui jalur non-resmi.
Baca Juga: Apple Umumkan iPhone 17 Series Akan Dirilis 10 September 2025, Hadirkan Varian Air yang Super Tipis
Sementara itu, iPhone iBox hadir sebagai produk resmi hasil distribusi PT Erajaya Swasembada Tbk., yang diakui langsung oleh Apple di Indonesia.
Perbedaan status distribusi inilah yang memengaruhi garansi, harga, hingga layanan purna jual.
iPhone Resmi vs Tidak Resmi

Perbedaan paling mendasar antara iPhone inter dan iBox ada pada distribusinya.
iPhone inter umumnya dibawa oleh individu atau toko yang mengimpor perangkat dari luar negeri tanpa melewati saluran resmi.
Baca Juga: Hotspot Tak Berfungsi di iPhone dan Android? Simak Cara Mengatasinya
Akibatnya meskipun produk tersebut asli Apple, konsumen tidak mendapatkan jaminan keaslian dalam konteks distribusi resmi.
iPhone iBox didatangkan melalui distributor resmi yang telah bekerja sama dengan Apple.
Konsumen pun mendapatkan kepastian produk baru, resmi, dan dilengkapi dengan standar layanan yang sesuai ketentuan Apple Indonesia.
Distribusi resmi juga berarti dukungan layanan lebih terjamin. iPhone inter, meski fungsional, sering kali menimbulkan keraguan terkait legalitas dan kualitas dukungan.
Baca Juga: Kapan Apple Merilis iPhone 17 Series di Indonesia? Ini Prediksi dan Alasannya
Garansi dan Layanan Purna Jual
Dari aspek garansi, iPhone iBox unggul jauh dibandingkan iPhone inter. Setiap unit iBox dilengkapi dengan garansi resmi Apple Indonesia selama satu tahun, yang dapat diklaim di seluruh service center resmi Apple tanpa biaya tambahan.
Sementara itu, iPhone inter hanya dilengkapi garansi dari toko atau distributor non-resmi.
Jenis garansi ini cenderung terbatas dan bergantung pada kebijakan penjual, sehingga tidak selalu dapat diandalkan ketika terjadi kerusakan.
Dengan kata lain, meskipun iPhone inter tampak lebih murah di awal, potensi biaya tambahan perbaikan dapat mengurangi keunggulan harga tersebut.
Harga Murah vs Aman

Harga menjadi faktor utama mengapa banyak konsumen tertarik pada iPhone inter. Perbedaannya bisa mencapai jutaan rupiah dibanding iPhone iBox.
Namun harga yang lebih rendah datang dengan sejumlah risiko, antara lain:
- Tidak adanya garansi resmi.
- Ketidakpastian status IMEI.
- Risiko terbatasnya layanan purna jual.
Sebaliknya, meski iPhone iBox dijual dengan harga lebih tinggi, konsumen mendapatkan kepastian keaslian produk, garansi resmi, serta dukungan layanan Apple Care.
Bagi pembeli yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan, tambahan biaya ini sering kali dianggap sepadan.
Registrasi IMEI
Aspek penting lain yang tidak boleh diabaikan adalah registrasi IMEI. iPhone iBox dijamin memiliki nomor IMEI yang terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Hal ini memastikan perangkat bisa digunakan secara normal dengan seluruh operator seluler di Indonesia.
Sebaliknya, iPhone inter berisiko memiliki IMEI yang tidak terdaftar. Jika hal ini terjadi, perangkat bisa dianggap ilegal dan tidak dapat menggunakan jaringan operator lokal.
Kondisi ini tentu sangat merugikan, karena membuat perangkat nyaris tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Mana yang Lebih Tepat Dipilih?

Memilih antara iPhone inter atau iBox sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi konsumen.
iPhone inter cocok bagi mereka yang berorientasi pada harga dan tidak terlalu mempermasalahkan garansi maupun risiko legalitas.
iPhone iBox adalah pilihan ideal bagi pengguna yang mengutamakan keamanan, keaslian, layanan purna jual, serta kepastian dukungan resmi Apple.
Bagi sebagian orang, selisih harga mungkin sepadan dengan layanan tambahan yang didapatkan.
Namun bagi yang lebih mementingkan penghematan, iPhone inter tetap menjadi opsi menarik dengan catatan harus siap menghadapi risiko.