POSKOTA.CO.ID - Sebuah insiden kebakaran mobil listrik Wuling Air EV di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Sabtu 5 Juli malam lalu, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat api membesar dengan cepat dari bagian depan kendaraan, membuat pemiliknya panik berusaha memadamkannya. Peristiwa ini terjadi di tengah hujan deras dan lalu lintas yang cukup padat, menambah dramatis kejadian tersebut.
Wuling Motors melalui Aftersales Director-nya, Maulana Hakim, segera merespons dengan melakukan investigasi mendalam. Hasil pemeriksaan awal mengejutkan: komponen utama sistem kelistrikan mobil ternyata tidak menjadi biang keladi kebakaran.
"Kami ingin menyampaikan bahwa komponen baterai tegangan tinggi yang terletak di bawah kabin mobil dan motor listrik di bagian belakang ditemukan dalam kondisi utuh dan normal setelah pemadaman," jelas Maulana dalam keterangan resminya.
Baca Juga: 5 Motor Matic Bekas Stylish dengan Hargar Terjangkau di Bawah 7 Jutaan! Irit dan Perawatan Mudah
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat soal keamanan baterai lithium-ion yang sering dikaitkan dengan kasus kebakaran mobil listrik.
Wuling kini memfokuskan penyelidikan pada area kap depan sebagai sumber awal kemunculan api. Perusahaan berjanji akan memberikan update transparan seiring perkembangan investigasi, sambil terus berkoordinasi dengan pemilik kendaraan dan pihak berwenang setempat.
Api Bermula dari Kap Depan
Insiden yang terjadi pada Sabtu 5 Juli malam sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, sempat terekam oleh warga yang sedang berteduh dari hujan. Video yang diunggah akun TikTok @viranurzahra17 menunjukkan api muncul pertama kali dari area kap depan.
"Lagi neduh tiba-tiba lihat kejadian kebakaran di depan mata," tulis pemilik akun, disertai tagar Bandung dan infobandung.
Dalam video tersebut, pemilik mobil terlihat panik berusaha memadamkan api yang kian membesar. Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton lebih dari 5 juta kali.
Penyebab Masih Dalam Penyidikan
Wuling Motors menyatakan telah berkoordinasi dengan pemilik kendaraan melalui dealer setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Oleh karenanya dapat dipastikan bila komponen tersebut (baterai tegangan tinggi dan motor listrik) tidak ada kaitannya dan juga bukan pemicu dari insiden ini," tambah Maulana.
Perusahaan kini memfokuskan investigasi pada area kap depan untuk mengidentifikasi sumber kebakaran. "Menurut informasi di lapangan, awal mula insiden ini berawal dari sisi bagian kap depan yang berasap," jelasnya.
Respons Cepat Pemadam Kebakaran
Maulana juga mengapresiasi tim pemadam kebakaran setempat yang berhasil mengendalikan api dengan cepat. "Kami berterima kasih kepada pihak pemadam kebakaran setempat yang dengan sigap melakukan pemadaman dengan singkat."
Profil Wuling Air EV
Wuling Air EV merupakan mobil listrik kompak dengan dimensi panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm. Kendaraan ini hadir dalam dua varian:
- Standard Range (baterai 18 kWh, jarak tempuh 200 km)
- Long Range (baterai 26,5 kWh, jarak tempuh 300 km)
Dilengkapi fitur canggih seperti IoV (Internet of Vehicle), WIND (Wuling Indonesian Command), dan Easy Home Charging, Air EV dirancang untuk mobilitas perkotaan yang efisien.
Baca Juga: Tips Merawat Spidometer Digital Motor Agar Awet dan Tetap Optimal
Kekhawatiran Soal Keamanan Mobil Listrik
Meski Wuling memastikan baterai bukan penyebab kebakaran mobil listrik, insiden ini kembali memicu perdebatan tentang keamanan mobil listrik.
Pakar keselamatan kendaraan listrik mengingatkan bahwa thermal runaway (reaksi berantai pemanasan berlebih pada baterai lithium-ion) bisa menjadi ancaman serius jika terjadi kerusakan fisik, kegagalan sistem pendingin, atau kesalahan produksi.
Wuling Motors berjanji memberikan update lebih lanjut setelah investigasi selesai. "Kami meminta waktu untuk memberikan perkembangan selanjutnya," tutup Maulana.
Insiden ini menjadi pengingat bagi produsen dan konsumen akan pentingnya pemeliharaan berkala serta penggunaan komponen resmi untuk meminimalisir risiko kebakaran.