Apakah Covid-19 akan kembali melonjak? Ini respons Pemprov Jabar dan langkah antisipasi Dinkes menyusul lonjakan kasus di Asia Tenggara. Baca selengkapnya! (Sumber: Freepik/Wagner France 3D Design)

Nasional

Waspada Lonjakan Covid-19 di Asia Tenggara, Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar untuk Tidak Panik!

Jumat 06 Jun 2025, 11:20 WIB

POSKOTA.CO.ID - Beberapa negara di Asia Tenggara kembali mencatatkan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Fenomena ini memicu kekhawatiran akan potensi gelombang baru di kawasan regional, termasuk Indonesia. Namun, pemerintah menegaskan bahwa situasi di dalam negeri masih terkendali.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kewaspadaan kepada masyarakat menyusul kabar lonjakan kasus di sejumlah negara tetangga.

Meski demikian, ia mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan. Data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan hanya tujuh kasus aktif Covid-19 yang tercatat di Indonesia.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Asia Melonjak, Pakar UGM Ingatkan Waspada Meski Varian di Indonesia Berbeda

"Ya, kita harus mulai waspadalah hari ini. Walaupun juga jangan terlalu panik. Intinya hari ini kita waspada, tetapi tidak boleh kita panik," tegas Dedi dalam keterangannya di Bandung, Kamis 5 Juni 2025.

Pernyataan ini disampaikan sebagai upaya menyeimbangkan kewaspadaan tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pengalaman Jadi Modal Hadapi Potensi Gelombang Baru

Dedi menegaskan, Indonesia telah memiliki pengalaman matang dalam menangani pandemi pada periode 2020–2023. "Kita kan sudah terlatih menghadapi Covid-19 yang berat dulu," ujarnya.

Saat ini, Jawa Barat akan berpedoman pada protokol Kemenkes, termasuk evaluasi kebijakan seperti pemakaian masker atau social distancing. "Nanti kita lihat. Itu kan berdasarkan rekomendasi. Nanti rekomendasi Kemenkesnya seperti apa," jelasnya.

Baca Juga: Waspada Lonjakan Covid-19 di Asia Tenggara, Apakah Masyarakat Harus Vaksinasi Lagi? Simak Penjelasan dan Langkah Antisipasi Gelombang Penyebaran

Dinkes Jabar Tingkatkan Kewaspadaan, Meski Kasus Masih Nol

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Rochadi, mengonfirmasi tidak ada temuan kasus baru belakangan ini. Namun, ia mengingatkan bahwa angka nol belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

"Kasus belum ada, tapi masyarakat tetap harus waspada, karena tidak ada (kasus) atau nol itu adalah yang dilaporkan Rumah Sakit (RS), tapi kan dikhawatirkan ada yang tanpa mengalami gejala berat," jelas Rochadi.

Sebagai antisipasi, Dinkes Jabar telah mengaktifkan sistem surveilans, memperkuat koordinasi dengan 27 kabupaten/kota, dan menyosialisasikan edukasi kesehatan melalui media sosial. Surat Edaran Kemenkes tentang kewaspadaan Covid-19 juga telah disebarkan ke seluruh daerah.

Baca Juga: Dinkes Kota Bekasi Siaga, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Jabar Siapkan Fasilitas Kesehatan Jika Kasus Muncul Kembali

Rochadi memastikan, infrastruktur penanganan Covid-19 di Jabar masih terawat, mulai dari ruang isolasi hingga tenaga medis. "Berkaca pandemi dari Covid-19, fasilitas kesehatan di Jabar siap baik tenaga medis atau ruang isolasi jika diperlukan," tegasnya.

Masyarakat diminta tidak panik, tetapi segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mirip flu (Influenza-Like Illness/ILI). "Masyarakat perlu tetap waspada, namun tidak panik, mengingat gejala yang muncul umumnya bersifat ringan, mirip flu biasa," tambah Rochadi.

Dengan langkah proaktif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat mencegah potensi lonjakan kasus sekaligus meminimalisir dampak kesehatan masyarakat.

Tags:
penanganan Covid-19 Surat Edaran Kemenkes tentang kewaspadaan Covid-19Dinkes JabarKemenkesDedi MulyadiGubernur Jawa BaratCovid-19

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor