POSKOTA.CO.ID - Kemajuan teknologi digital telah membuka akses layanan keuangan berbasis daring, termasuk pinjaman online.
Sayangnya, perkembangan ini juga memunculkan tantangan serius, yakni maraknya penyalahgunaan data pribadi oleh pinjaman online ilegal yang tidak berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Layanan ilegal ini kerap memanfaatkan celah keamanan pada perangkat pengguna untuk mencuri informasi penting seperti kontak, galeri foto, dan bahkan lokasi pengguna.
Penting bagi masyarakat untuk memahami cara kerja pinjol ilegal serta bagaimana langkah-langkah preventif dapat dilakukan guna menjaga integritas dan keamanan data pribadi.
Berikut adalah sembilan strategi efektif yang dapat diterapkan untuk menghindari penyalahgunaan data oleh aplikasi pinjol ilegal.
Baca Juga: Akun Instagram Persib Langsung Posting Foto Juara Liga 1, Begini Reaksi Bobotoh
1. Hindari Mengunduh Aplikasi Pinjol Ilegal
Langkah utama dan paling krusial adalah menghindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Aplikasi pinjol ilegal sering kali menyamar sebagai layanan pinjaman cepat, namun sejatinya beroperasi tanpa pengawasan dan izin resmi dari OJK.
Regulasi OJK menegaskan bahwa aplikasi pinjol legal hanya diperbolehkan mengakses fitur "CAMILAN", yaitu Camera, Microphone, dan Location.
Namun aplikasi ilegal seringkali mengakses seluruh kontak, SMS, dan bahkan file pribadi, yang kemudian dimanfaatkan untuk intimidasi atau penagihan tidak manusiawi.
2. Nonaktifkan Izin Akses yang Tidak Diperlukan
Setelah mengunduh sebuah aplikasi, sistem Android atau iOS biasanya meminta izin akses tertentu. Pengguna kerap menyetujui semua permintaan ini tanpa memeriksa secara rinci, padahal banyak dari izin tersebut tidak relevan dengan fungsi aplikasi.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah membuka menu pengaturan (settings), lalu masuk ke opsi "aplikasi". Di sana, kamu dapat memeriksa dan mencabut akses aplikasi terhadap kontak, galeri, dan lokasi jika tidak diperlukan.
3. Gunakan Aplikasi Keamanan Tambahan
Memasang aplikasi keamanan seperti Norton Mobile Security, Avast Mobile Security, atau Kaspersky Mobile dapat menjadi benteng perlindungan tambahan terhadap aktivitas mencurigakan. Aplikasi ini akan memberikan peringatan jika ada aplikasi yang mencoba mengakses data sensitif secara ilegal.
Selain itu, banyak aplikasi keamanan yang menyediakan fitur pemindai malware dan pelacak aplikasi berbahaya, sehingga pengguna dapat segera menghapus aplikasi yang berpotensi mengancam keamanan data.
4. Hindari Membuka Tautan Asing atau Tidak Jelas
Tautan dari sumber yang tidak diketahui atau mencurigakan bisa menjadi sarana phising. Metode ini sangat umum dilakukan oleh sindikat pinjol ilegal untuk menyusup ke sistem ponsel pengguna dan mengakses informasi penting.
Pastikan untuk tidak mengklik tautan yang dikirimkan melalui SMS, WhatsApp, atau media sosial, terlebih jika berasal dari nomor atau akun yang tidak dikenal.
5. Aktifkan Fitur Verifikasi Dua Langkah di WhatsApp
WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan dalam komunikasi digital, termasuk oleh pinjol untuk menyebar pesan penagihan atau intimidasi. Oleh karena itu, aktifkan fitur two-step verification atau verifikasi dua langkah untuk menambahkan lapisan keamanan ekstra.
Dengan fitur ini, setiap kali akun WhatsApp akan diakses dari perangkat baru, sistem akan meminta PIN khusus yang hanya diketahui oleh pemiliknya. Hal ini dapat mencegah peretasan atau penyalahgunaan akun WhatsApp oleh pihak ketiga.
6. Rutin Backup Kontak dan Data ke Cloud
Melakukan backup data secara berkala ke layanan cloud seperti Google Drive atau iCloud sangat penting untuk mitigasi risiko kehilangan data. Jika sewaktu-waktu perangkat harus disetel ulang atau aplikasi berbahaya perlu dihapus, data penting seperti kontak tetap tersimpan aman di server cloud.
Langkah ini juga membantu dalam pemulihan data pasca serangan digital atau infeksi aplikasi berbahaya.
7. Hapus Aplikasi yang Tidak Lagi Digunakan
Aplikasi yang sudah lama tidak digunakan bisa menjadi titik masuk bagi peretas atau malware, terutama jika aplikasi tersebut tidak diperbarui. Maka dari itu, lakukan pengecekan berkala setiap satu atau dua bulan sekali terhadap semua aplikasi di ponselmu.
Jika ada aplikasi yang tidak digunakan lagi dan berasal dari pengembang yang tidak jelas, sebaiknya segera dihapus.
8. Gunakan DNS dan VPN untuk Keamanan Tambahan
Sebagai perlindungan tambahan, pengguna dapat mengaktifkan DNS aman atau menggunakan VPN terpercaya. DNS seperti Cloudflare 1.1.1.1 atau Google DNS dapat membantu menyaring situs dan server berbahaya sebelum terhubung ke perangkat.
VPN juga dapat mengenkripsi koneksi internet, sehingga aktivitas pengguna tidak mudah dilacak oleh pihak ketiga termasuk pengelola aplikasi jahat.
9. Laporkan ke OJK Jika Data Disalahgunakan
Jika kamu sudah menjadi korban atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan dari aplikasi pinjol ilegal, segera laporkan ke OJK melalui saluran resmi:
- Telepon: 157
- WhatsApp: 081157157157
- Email: konsumen@ojk.go.id
OJK akan menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan investigasi dan penindakan terhadap pelaku pinjol ilegal.
Pencegahan penyalahgunaan data pribadi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga perlu didukung dengan peningkatan literasi digital secara kolektif.
Edukasi mengenai aplikasi berizin, regulasi OJK, serta kesadaran terhadap bahaya phising dan malware adalah pondasi untuk membangun ekosistem digital yang aman.
Memilih solusi keuangan yang legal, transparan, dan sesuai dengan regulasi adalah langkah terbaik untuk menghindari dampak jangka panjang dari jeratan pinjol ilegal. Dengan menerapkan strategi di atas, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan digital yang sehat dan terlindungi.