POSKOTA.CO.ID - Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial diramaikan dengan pembahasan mengenai sebuah aplikasi viral bernama World App.
Aplikasi World App menarik perhatian banyak orang karena diklaim dapat memberikan uang gratis hingga Rp800 ribu hanya dengan melakukan scan retina mata.
Klaim tersebut pun memicu rasa penasaran publik, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi dan insentif digital.
Video, testimoni, hingga unggahan warga yang menunjukkan bukti penerimaan uang gratis setelah proses pendaftaran dan pemindaian retina juga semakin memperkuat daya tarik aplikasi ini.
Tak heran, sejumlah titik lokasi pemindaian di berbagai kota, terutama di wilayah Jabodetabek, ramai didatangi warga yang ingin mencoba peruntungan.
Lantas, apa sebenarnya tujuan dari aplikasi World App? Siapa pihak di baliknya? Dan benarkah aplikasi ini memberikan imbalan hanya dengan scan retina?.
Apa Itu World App?
Dilansir dari situs resmi Worldcoin, World App bukan sekadar aplikasi pemberi hadiah.
Aplikasi ini merupakan bagian dari proyek ambisius bernama Worldcoin, yang digagas oleh Sam Altman, CEO OpenAI.
Worldcoin bertujuan membangun sistem identitas global berbasis teknologi blockchain yang dapat membedakan manusia asli dari bot, dengan pendekatan yang belum pernah ada sebelumnya.
Inti dari sistem ini adalah World ID, yakni identitas digital yang terverifikasi secara biometrik.
World App sendiri menjadi gerbang utama bagi pengguna untuk mendaftarkan diri dan mengakses layanan Worldcoin lainnya.
Benarkah World App Bisa Dapat Uang Gratis Rp800 Ribu?
Daya tarik utama yang membuat World App hingga viral adalah imbalan uang tunai yang diklaim diberikan kepada pengguna baru.
Berdasarkan berbagai testimoni yang beredar, imbalan yang diterima bervariasi antara Rp200.000 hingga Rp800.000, tergantung lokasi pendaftaran dan kelengkapan proses registrasi.
Beberapa warga menyebutkan bahwa uang ditransfer ke rekening digital mereka dalam waktu 1x24 jam setelah proses scan retina selesai.
Namun, imbalan ini disebut sebagai bagian dari program insentif awal untuk mendorong partisipasi pengguna dan belum tentu berlangsung secara permanen.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat aktivitas World App adalah Kota Bekasi, tepatnya di kawasan Bojong Rawalumbu.
Setiap hari, ratusan warga dari berbagai usia terlihat mengantre untuk menjalani proses pendaftaran dan pemindaian retina.
Fenomena ini bahkan melibatkan banyak remaja dan lansia yang turut tertarik karena iming-iming uang tunai.
Petugas yang berjaga di lokasi pun terlihat sibuk mengarahkan peserta agar proses tetap berjalan tertib dan lancar.
Di balik popularitasnya, World App juga menuai sejumlah kontroversi, khususnya menyangkut keamanan dan privasi data biometrik. Retina mata merupakan salah satu jenis data pribadi yang sangat sensitif.
Pihak Worldcoin sendiri mengklaim, seluruh data yang dikumpulkan akan disimpan dengan aman menggunakan teknologi enkripsi canggih, dan tidak akan dijual atau disalahgunakan.
Namun, sejumlah kalangan masih menganggap scan retina untuk imbalan uang tetap menimbulkan risiko besar terhadap kebocoran identitas.