Keutamaan puasa Syawal 1446 Hijriah (Freepik.com)

KHAZANAH

Ini Keutamaan Puasa Selama 6 Hari di Bulan Syawal

Jumat 04 Apr 2025, 09:30 WIB

POSKOTA.CO.ID - Puasa di bulan Syawal merupakan puasa sunah yang dilakukan selama enam hari dan dianjurkan untuk melaksanakannya satu hari setelah Lebaran dan berurutan selama enam hari.

Biasanya untuk pelaksanaan Puasa Syawal dilakukan pada tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, puasa Syawal bisa dilaksanakan secara tidak berurutan tapi tetap dilakukan selama enam hari.

Umat muslim yang menjalankan puasa Syawal selama enam hari akan mendapatkan sejumlah keutamaan.

Dilansir dari situs NU Online Jombang, berikut adalah lima keutamaan puasa Syawal.

Baca Juga: Niat Qadha Puasa Ramadhan, Bereskan Dulu Sebelum Puasa Sunnah Syawal

5 Keutamaan Puasa Syawal

1. Penyempurna Puasa Ramadhan

Sebagaimana shalat sunnah rawatib melengkapi kekurangan dalam shalat fardhu, puasa Syawal menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan. Sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi yang menjelaskan bahwa amalan pertama yang dihisab adalah shalat, dan jika terdapat kekurangan, amalan sunnah akan menyempurnakannya.

2. Pahala Puasa Satu Tahun

Melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan dijanjikan pahala seperti berpuasa selama setahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih Muslim, yang artinya, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti pahala berpuasa setahun.”  

3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan

Kebiasaan melakukan kebaikan setelah beribadah, seperti puasa Syawal setelah Ramadhan, merupakan tanda diterimanya ibadah Ramadhan. Sebaliknya, melakukan keburukan setelah kebaikan bisa menjadi tanda tertolaknya amalan tersebut. Hal ini sedang dengan perkataan ulama

Baca Juga: Jadwal dan Niat Puasa Syawal 2025 untuk Menambah Pahala setelah Ramadhan

4. Rasa Syukur kepada Allah SWT

Puasa sunnah Syawal adalah wujud syukur kepada Allah swt atas limpahan karunia di bulan Ramadhan, seperti puasa, shalat malam, dan zakat. Puasa Ramadhan sendiri merupakan sarana pengampunan dosa, sebagaimana hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa orang yang berpuasa dan menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan harapan pahala akan diampuni dosa-dosanya. Oleh karena itu, setelah mendapatkan ampunan, kita dianjurkan untuk bersyukur dengan melakukan ketaatan, salah satunya melalui puasa Syawal.

5. Kesinambungan Ibadah

Berakhirnya Ramadhan tidak berarti berakhirnya ibadah. Hendaknya berusaha untuk dapat mempertahankan kualitas dan kuantitas ibadah seperti di bulan Ramadhan. Puasa Syawal adalah salah satu cara untuk menjaga kesinambungan ibadah yang telah dilakukan.

Tags:
Bulan SyawalPuasa Syawalkeutamaan puasa Syawal

Herdyan Anugrah Triguna

Reporter

Herdyan Anugrah Triguna

Editor