Sibuk Menggalang Dukungan

Senin 04 Apr 2022, 06:03 WIB
Ilustrasi Pemilu 2024. (Karikaturis: Poskota/Suroso Imam Utomo)

Ilustrasi Pemilu 2024. (Karikaturis: Poskota/Suroso Imam Utomo)

Oleh: Joko Lestari, Wartawan Poskota

PEMERINTAH telah menetapkan Minggu, 3 April 2022 sebagai awal Ramadhan tahun ini. Sementara Muhammadiyah mulai puasa sehari lebih awal dari keputusan pemerintah.

Kita meyakini perbedaan tersebut bukanlah menjadi halangan bagi umat Islam Indonesia untuk lebih khusyuk menjalankan ibadah shaum Ramadhan, meski tiadanya perbedaan akan lebih baik.

Bagi rakyat, tentu bukan perbedaan awal Ramadhan yang dipersoalkan tetapi melambungnya harga sembako.

Jika menengok ke belakang, kenaikan harga, khususnya sembako memang rutin terjadi setiap menjelang bulan puasa. Hanya saja, kenaikan kali ini lebih merata dan telah berlangsung cukup lama jauh sebelum bulan Ramadhan datang. Jauh sebelum memasuki tahun 2022, kenaikan harga sudah terjadi seperti kedelai.

Melalui kolom ini, pernah disampaikan bahwa meredam gejolak harga mestinya sudah diantisipasi pemerintah jauh sebelum bulan puasa. Mencari solusi menjadi tugas pemerintah sehingga harga tidak terus melambung yang pada akhirnya membuat rakyat limbung.

Tanpa langkah konkret menyelesaikan sebuah persoalan yang rutin terjadi setiap tahun, akan selamanya membuat rakyat bingung.

Rakyat semakin bingung di tengah derita rakyat karena terjerat beragam kenaikan, para elite, tampaknya lebih fokus mengurusi masalah politik. Menggalang dukungan menunda pemilu dan presiden 3 periode terlihat semakin nyata. 

Road show dilakukan tiada henti untuk memenuhi ambisi, boleh jadi di antaranya terdapat pribadi-pribadi yang ingin melanggengkan kekuasaan. Rakyat semakin cerdas dan waras untuk mengetahui kemana arah angin dan aliran air.

Dapat diduga penggalangan akan semakin masif hingga akhir tahun ini. Sebaliknya riuhnya penolakan akan semakin mewarnai tampilan kehidupan politik negeri kita. Hanya saja seriuh, semeriah atau sepelik apapun persoalan politik hendaknya tidak mengabaikan masalah ekonomi, utamanya pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari- hari.

Mengawali bulan Ramadhan inilah, diharapkan pemerintah dan pejabat negara lebih menata diri untuk terus introspeksi apakah sudah menjalankan amanat yang diberikan. Sudahkah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.


Berita Terkait


News Update