Pedagang Ikan Bandeng Alamat Tidak Panen, Sebab Besok Imlek Tapi Pembeli Sepi

Kamis 11 Feb 2021, 17:05 WIB
Seorang pedagang ikan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. (Cr02)

Seorang pedagang ikan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. (Cr02)

JAKARTA - Meski besok perayaan Imlek tiba, pedagang daging ikan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur mengeluh lantaran sepi peminat ikan bandeng yang biasa jadi sajian khas Imlek. Hal itu karena faktor pandemi Covid-19. 

Kondisi ini jelas menggambarkan, pedagang ikan bandengan alamat tidak akan panen, sebab besok sudah Hari Raya Imlek, tapi pembeli masih saja sepi. 

Salah seorang pedagang ikan basah, Mariani (44), mengaku bahwa yang membeli ikan bandeng di lapaknya sepi. Hal ini tentu berbeda dibandingkan tahun lalu yang menurutnya ramai.

Baca juga: Kebutuhan Daging Babi dan Bandeng Jelang Imlek di Jakarta Meningkat, Dinas KPKP Pastikan Stok Cukup

"Enggak kayak tahun kemarin (ramai). Sekarang kan keadaan lagi kayak gini (pandemi), sepi banget," keluhnya saat ditemui Poskota.co.id, Kamis (11/2/2021). 

Sepinya pembeli ikan bandeng tersebut menurut dia karena faktor pandemi yang kini membuat pelanggan tidak merayakan Imlek secara semarak sebab adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna mencegah kerumunan yang berpotensi memicu terjadi penularan virus Covid-19. 

"Kalau dibanding tahun kemarin, ini mah jauh banget, lebih parah. Sekarang kan enggak ada kumpul-kumpul. Banyak yang enggak ngerayain, paling beli satu buat sembahyang doang," jelasnya. 

Baca juga: Harga Ikan Bandeng Melambung Bukan hanya Menjelang Imlek, Tapi karena Langka 

Pedagang daging ikan lain, Hanifah (50) juga mengeluhkan hal yang sama, lapaknya sepi pelanggan yang membeli ikan bandeng. Padahal, perayaan Imlek tahun lalu menurut dia ramai pembeli. 

"Kalau tahun lalu banyak, kalau sekarang ini sepi. Langganan enggak ada yang datang," ucapnya. 

Bicara omzet pun tentu para pedagang mengalami penurunan. Mariani mengaku bahwa keuntungannya berdagang hilang sekitar 50 persen lebih, "Jauh enggak ada separuhnya, bisa lebih dari lima puluh persen (hilang)," katanya. 

Baca juga: Imlek Makin Dekat, Tukang Bandeng Musiman Kian Banyak

Sementara Hanifah menyebut bahwa dia tidak mendapatkan keuntungan, "Oh, enggak ada untungnya, modal aja masih kurang, boro-boro untungnya," pungkasnya. (Cr02/win) 


Berita Terkait


News Update