DEPOK - Toyib (58), pedagang bumbu masak di Pasar Kemiri Muka, menjadi korban begal saat perjalanannya ke pasar, Jumat (7/8/2020) dini hari.
Berdasarkan pengakuan korban Toyib, peristiwa perampokan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat baru berangkat ke Pasar Kemiri Muka.
Baru berjalan sekitar 300 meter dari rumahnya di Kampung Stangkle, dengan menggunakan motor Honda Kharisma hitam tiba-tiba dari belakang ada yang mukul menggunakan batu.
"Pelaku menggunakan motor jenis Honda Supra X hitam berboncengan tiga orang dari arah belakang langsung memukul menggunakan batu besar beberapa kali ke kepala,” katanya.
BACA JUGA: Tas Digondol Begal, Pedagang Bumbu Ini Khawatirkan Nasib Jimat Miliknya
Saat itu, dia masih bisa bertahan naik motor. Pelaku masih terus menyerang. “Lantas tas selempang saya ditarik pelaku dan berhasil diambil. Saat itulah saya baru terjatuh dari motor," ujarnya kepada Poskota saat terbaring lemas akibat luka parah di bagian kepala di rumahnya Kp. Stangkle, RT.04/06, Kemiri Muka, Beji Kota Depok, Jumat (7/8) petang.
Tas slempang hitam milik korban yang berhasil diambil para pelaku berisi surat-surat kendaraan, jimat, dan uang Rp. 4,5 juta.
"Selain surat kendaraan, hp, juga ada jimat dari pemberian orang tua berupa sabuk, cincin, dan gelang tangan khusus pembelian dari orang tua buat pelindung diri juga raib diambil pelaku bersama tas,” katanya.
‘Selain itu uang Rp. 4,5 juta juga ikut diambil pelaku buat membeli bumbu-bumbu untuk dagangan," ungkap Toyib.
Bapak tiga anak ini menambahkan, peristiwa begal baru pertama kali terjadi setelah selama 20 tinggal dan memang rutin melewati jalan pintas menuju pintu masuk Pasar Kemiri Muka.
"Baru pertama kalinya selama 20 tahun saya melewati jalan situ, terus baru hari ini kejadian begal dan korbannya saya sendiri," imbuhnya.
Pada waktu kejadian Toyib sempat berteriak minta tolong, namun karena kebetulan situasi sedang sepi tidak ada yang menolong.
"Biasa juga jalan di sekitar kejadian biasa ramai, baru ini saja sepi, selain itu gelap juga. Jadi tidak terlihat jelas ciri-ciri pelaku," tuturnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Depok Kompol Wadi Sa'bani mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan kasus pencurian dengan kekerasan.
"Sudah dicek laporan piket malam ini di Polres dan Polsek belum ada laporan masuk ke kita," ujarnya kepada Poskota.
Perwira jebolan Akpol 2003 ini tetap akan menyelidiki kasus tersebut. "Anggota akan mencoba mencari informasi dan akan mendatangkan korban untuk membuat laporan ke Polsek Beji atau Polres Depok," pungkasnya. (angga/win)
