JAKARTA - Pengemudi Bajaj, Daryono, 42, yang dihantam Transjakarta di Jalan Lodan, perempatan Hailai, Ancol, mengatakan bahwa moda transportasi Ibukota tersebut keluar dari jalur busway yang telah ada.
"Seharusnya kan busway adanya di jalur merah, saya sudah berhenti. Tapi ternyata buswaynya lurus , akhirnya saya kena," ucap Daryono saat dihadirkan pada waktu olah TKP oleh Petugas Gakum Polda Metro Jaya, Senin (25/5/2020).
Menurutnya, Transjakarta jurusan Ancol - Kampung Melayu tersebut harusnya ada di jalur kiri arah Jalan Gunung Sahari. "Kalau jalurnya bener, nggak mungkin ada kecelakaan," jelasnya.
Saat kejadian, Daryono juga mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan, satu dari tiga penumpangnya tewas di lokasi kejadian akibat terhimpit badan Transjakarta.
Daryono menambahkan, korban tewas dan luka penumpangnya juga merupakan rekannnya yang sebelumnya minta dijemput dari Lodan. "Dia (korban tewas, red) minta dijemput dari Lodan ke rumahnya, karena kasihan saya jemput," ucapnya.
Pria yang telah 3 tahun menjadi sopir Bajaj ini pun, tidak menyangka akan kehilangan sahabatnya dengan cara tragis . "Firasat ada , jadi korban itu tidak biasanya bawa-bawa bantal. Dan waktu ditanya dijawabnya, nanti juga bakal tahu," kata Daryono.
Sebelumnya, sebuah Transjakarta menghantam Bajaj di Jalan Lodan, perempatan Hailai, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/5/2020) pagi. Akibatnya, seorang penumpang Bajaj tewas dan 3 luka-luka. (deny/win)
