JAKARTA - Dalam debat Pilpres pertanyaan pertama terkait dengan sumber daya alam. Jokowi dalam hal ini menyaku memang sudah tahu lama komoditas kita tergantung pada pasar luar negeri, dan kita terlalu lama ekspor, karet, sawit, perikanan, dan komoditas-komoditas pertanian. “Sehingga ke depan, adalah hilirisasi, industrialiasasi, perlu dibuat industri pengalengan, pengolahan, sudah pakecging di Indonesia, sudah brand di sini,” kata Jokowi. Begitu juga perkebunan kita harus berani bentuk mengekspor dalam bentuk olahan, minimal setengah jagi. “Untuk bidang 2 pertanian, untuk anak muda kita sudah bangun online. Ini akan bisa nyambung dengan digital ekonomi,” ujarnya. Dalama hal ini capres Prabowo menanggapi, pembangunan kita saudah salah arah. Sebab telah terjadi deindusrtrialisasi, maka kita menjual dalam bentuk bahan mentah. Jokowi langsung menjawab, bahwa hal itu tidaka bisa cepat seperti membalik tangan. Ia meminta Prabowo mengetahui bahwa, mengelola ekonomi mikro itu beda dengan mikro. Kalau hadapai ekonomi mikro itu jual dan beli. Tapi kalo ekonomi makro, itu menghadapi agregat hal-hal yang luas. “Perlu waktu, gak mungkin membalik tangan. Tahapan kita, membangun infrastruktur, yang kedua pembangunan SDM, ketiga reformasi birokrasi,” katanya.
Tak Ada Industri Perkebunan, Jokowi: Tak Bisa Seperti Membalik Tangan
Sabtu 13 Apr 2019, 21:07 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
OTOMOTIF
Suzuki Borong Tiga Penghargaan Otomotif Award 2026, New Carry hingga V-Strom 250SX Jadi yang Terbaik