Septian Dwi Cahyo Mendunia Lewat Pantomim

Kamis 02 Agu 2018, 00:14 WIB

NAMA Septian Dwi Cahyo identik dengan seni pantomim. Dan sampai kini, di usianya 49 tahun tak pernah berhenti berpantomim. Sambil terus suting film film dan sinetron, dengan semangat yang tetap membara, Septian kerap menjadi pelatih gerak patah-patah yang dipelajarinya era 80-an silam tersebut ke sekolah-sekolah. "Anak-anak memang harus diperkenalkan pantomim ini, saya ingin pantomim bisa kembali trend lagi," ujar pemain film Gejolak Kawula Muda yang baru merilis film terbarunya berjudul Sara & Fei: Stahuis Schandaal setelah lima belas tahun absen dari industri film bioskop. Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mulai tahun 2014 lalu sampai sekarang, Septian aktif tiap tahun menggelar lomba pantomim dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat SD. "Pemerintah sangat mendukung, hanya peminat pantomim era now sekarang kalah jumlah dibandingkan era 80 dan 90-an silam. Tapi mudah-mudahan dengan gerakan terus mensosialisasikan pantomim ke sekolah-sekolah dan di masyarakat langsung, saya optimis pantomim akan kembali trend seperti dulu," harap pemain sinetron Ali Oncom dan Komedi Spontan ini. Pantomim adalah kegiatan panggung bagi Septian. Untuk kehidupan dapurnya dia sempat bekerja sebagai desainer produksi di perusahaan periklanan. TEATER Septian belajar pantomim ketika bergabung dengan Teater Adinda hingga mengadakan Lomba Pantomim tingkat Nasional (1986-1987). Menjadi Juara 1 lomba pantomim (1981) dan mendapatkan Beasiswa dari tokoh pantomim dunia Marcel Marceau. Pantomim mengantarkannya ke dunia film layar lebar dengan membintangi film Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980). Setelah berbagai peran dijalani di layar lebar dan namanya mendapatkan tempat di hati penonton, ia pun melangkah ke ranah sinetron. Aku Cinta Indonesia (ACI) dan Rumah Masa Depan adalah dua sinetron debut yang mengawali di industri hiburan di pertelevisian. Sempat masuk nominasi pada Festival Sinetron Indonesia, 1994 dalam sinetron Ali Oncom (episode Kredit Macet) sebagai aktor utama. Berbekal kemauan dan bekerja keras, ia menjadi sutradara sekaligus pemain (sebagai Den Bagus) untuk serial komedi Spontan (1996-1997) berhasil meraih predikat Sutradara komedi terfavorit diajang Panasonic Award (1997). Kini bersama Kemendikbud, ia menggagas lomba pantomim pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat SD (2014), serta fokus pada kolaborasi seni dan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kreatifitas anak hingga berhasil meraih Golden award pada World Creativity Festival (2016), Daejon, Korea Selatan. Selain itu, menjadi pembina hingga meraih peringkat lima dunia dalam World Finals Odyssey Of The Mind, Iowa, USA.(2016). (ali/d)


News Update