Sopir dan Pengusaha Bus Keluhkan Pungutan Liar di Terminal Pondok Cabe

Rabu 20 Jun 2018, 14:01 WIB

TANGSEL –  Sejumlah sopir maupun pengusaha angkutan umum khususnya bus yang masuk ke terminal bis Pondok Cabe, Pamulang mengeluh adanya pungutan liar (pungli) untuk parkir bus di lokasi tersebut sebesar Rp 100 ribu/hari/malam yang dilakukan oknum tertentu. Keluhan pengemudi dan atau pengusaha bus yang seharusnya masuk ke terminal bis Pondok Cabe, Pamulang sangat terasa saat mulai bulan puasa dan menjelang lebaran karena sebelumnya hanya dipungut Rp 25 ribu. “Namun beberapa hari mendekati lebaran naik menjadi Rp 100 ribu/malam, “ kata Iwan, satu petugas loket penjualan karcis bus luar kota di terminal bus Pondok Cabe, Pamulang, Rabu (20/6/2018). Pungutan itu diambil mengatasnamakan paguyuban terminal bus Pondok Cabe, tuturnya yang mengaku resah dan keberatan pengemudi maupun pengusaha bus tersebut. Keluhan tersebut, lanjutnya,  sebetulnya wajar saja karena calon penumpang dari dalam terminal bus di Pondok Cabe selama bulan puasa maupun menjelang lebaran sangat sepi calon penumpang. “Kebanyakan pengemudi atau pengusaha enggan masuk ke terminal bus Pondok Cabe selain sepi calon penumpang juga adanya pungutan menginap atau parkir bus yang naik dari sebelumnya Rp 25 ribu menjadi Rp 100 ribu/malam,” tambah Yudi, satu penjual loket bus antar kota. Mereka lebih memilih parkir atau menunggu calon penumpang di luar terminal bis Pondok cabe seperti di pinggir Jl. RE  Martadinata, Jl. Juanda dan sekitar Pasar Ciputat karena biaya parkir yang dikenakan bus ditanggung bersama karena memang bukan tempat parkir bus, imbuhnya tapi kenapa di dalam terminal bus Pondok Cabe masih dipungut biaya parkir. Sementara itu, Kepala Terminal Bus Pondok Cabe, S. Puspawijaya, membantah adanya pungutan parkir bus setiap malam yang dilakukan mengatasnamakan paguyuban karena pengelolaan terminal bus Pondok Cabe secara resmi ditangani BPTJ Kementerian Perhubungan. “Tidak betul itu. Pengelolaan terminal bus cuma satu yaitu oleh BPTJ Kemenhub bukan yang lain,” tuturnya yang menambahkan jika alasan sepi calon penumpang kemungkinan besar calon penumpang banyak yang belum tahu kalau terminal bus Pondok Cabe telah berfungsi dan memang masih belum optimal karena rute angkutan kota (Angkot) belum ada yang masuk ke kawasan terminal bus Pondok Cabe. (anton/tri)


Berita Terkait


News Update