Makam Pendiri Masjid Pintu Seribu Didatangi Banyak Peziarah

Sabtu 09 Jun 2018, 18:48 WIB

TANGERANG - Masjid Agung Nurul Yaqin atau biasa disebut dengan Masjid Pintu Seribu berlokasi di Kampung Bayur, Kelurahan Priuk Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten dibangun oleh seorang warga keturunan Arab bernama Syeikh Al Faqir Mahdi tahun 1978. Bangunan seluas 6.375 meter persegi ini memakan biaya hingga miliaran rupiah. Dulunya kawasan tersebut dipenuh masyarakat Tionghoa. Masjid itu pun menjadi tempat menyebarkan agama Islam di kawasan tersebut oleh Syeikh Al Faqir Mahdi. Hal tersebut dikatakan oleh Kuncen Masid Pintu Seribu, Dumat. "Dulu dipakai untuk berdakwah dan menyantuni anak-anak miskin di sekitar sini untuk mengamalkan ajaran Islam oleh beliau (Syekh Al Faqir)," ucap Dumat di kediamannya bersebelahan dengan masjid, Sabtu (9/6/2018). Namun sayang, kegiatan rutin itu hilang sejak kepergian Syeikh Al Faqir Mahdi pada tahun 2012 silam. Karena itu, banyak warga dari berbagai daerah yang datang ke makam Syeikh Al Faqir Mahdi yang juga berlokasi di Masjid Pintu Seribu. Terpisah, Agung, pengurus Masjid Pintu Seribu mengatakan, peziarah biasanya datang pada saat hari-hari kebesaran Islam, atau saat bulan Ramadhan, sesuai dengan peraturan yang ada di masjid ini. "Di sini kalau hari raya Islam pasti banyak peziarah. Tapi, mereka tidak bolah masuk, cuma di luar pintu makam saja karena dianggap keramat," paparnya. Sebelumnya, Masjid Agung Nurul Yaqin atau biasa disebut dengan Masjid Pintu Seribu didirikan oleh seorang warga keturunan Arab bernama Syeikh Al Faqir Mahdi. Seribu pintu memiliki arti yaitu 99 nama Allah SWT dan sembilan Wali Songo yang menyiarkan agama Islam di tanah air. (CW6/b)


News Update