Ketika Sang Pensiunan Dapat THR

Senin 28 Mei 2018, 08:54 WIB

“PENSIUNAN lagi pada girang banget nih, Karena bakalan menerima THR. Termasuk saya. Saya sudah sepuluh tahun pensiun, baru sekarang ini akan menikmati uang THR dan gaji ke-13. Alhamdulillah, nanti bisa memenuhi kebutuhan Lebaran. Paling tidak, kalau selama ini menunggu THR dari anak-anak, sekarang sih kalau bisa, membagi bagi ‘angpau’ buat cucu-cucu,” ujar seorang lelaki pensiunan tetangga Bang Jalil, yang ngobrol sepulang Taraweh. Bang Jalil hanya manggut-manggut. “Bersyukurlah para pensiuan,” kata hatinya. Begini, sebagai rakyat dan anak bangsa yang baik, seyogyanya bersyukur saja, kalau saudara kita yang pensiunan PNS sekarang ini memperoleh apa yang seharusnya diperoleh. Apalagi bagi mereka ketika masih aktif bertugas dengan baik dan benar. Disiplin dan punya kinerja yang boleh dibanggakan. “Bukan yang korupsi ya Pak? “ tiba-tiba sang istri menyambar. “ Ya, paling kecil korupsi waktulah. Suka bolos, masuk cuma absen terus ngabur, kalau di kantor main catur, sementara pelayanan pada warga lambat, yang seharusnya selesai satu jam bisa berhari-hari. Ini semua kan merusak tatanan kinerja. Sangat merugikan negara. Ingat lho, mereka yang menggaji rakyat?” “Ibu jangan ngomong sembarangan,” ujar Bang Jalil menasehati istrinya. “Memangnya kenapa Pak?” tanya sang istri sambil membolak-balik brosur dari mal yang lagi menawarkan diskon. “ Bulan puasa, nggak baik ngomongi orang,” kata Bang Jalil. “ O, ya. Ngomong-ngomong Bapak nanti kalau pensiun dapat THR dan gaji ke-13 juga, ya?” tanya sang istri. Bang Jalil tersenyum kecut. Dia sadar betul, kalau sang istri barusan hanya bergurau. Dari mana hukumnya, pensiunan swasta dapat THR? Ya, tapi berdoa sajalah. Siapa tahu? -massoes


Berita Terkait


News Update