POSKOTA.CO.ID - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menjadi sorotan usai mengumumkan rencana pengambilalihan seluruh saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) senilai US$ 79 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
Langkah korporasi ini diarahkan untuk memperluas kegiatan usaha perseroan di sektor pertambangan bijih nikel, khususnya di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dalam pelaksanaannya, transaksi akuisisi Bumanik direncanakan melalui dua entitas anak PACK, yakni PT Gemilang Padma Raya dan PT Daya Unggul Raya.
Berdasarkan kurs Rp17.703 per dolar AS pada 31 Agustus 2026, nilai transaksi tersebut setara dengan sekitar Rp1,398 triliun.
Manajemen menyebut nilai transaksi mencapai 26,40 persen dari ekuitas konsolidasi perseroan per 31 Agustus 2026.
Karena termasuk transaksi material, rencana pengambilalihan tersebut memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Bumanik sendiri merupakan perusahaan pertambangan bijih nikel yang beroperasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Perusahaan tersebut memiliki wilayah konsesi seluas 4.778 hektare yang menjadi bagian dari sasaran ekspansi PACK.
Melalui rencana akuisisi ini, perseroan menargetkan perluasan kegiatan pertambangan sekaligus penguatan bisnis sebagai perusahaan induk.
Perubahan arah pengembangan bisnis menuju pertambangan nikel pun memunculkan pertanyaan mengenai profil perusahaan, latar belakang pemegang saham, serta pihak yang berada di balik emiten berkode PACK tersebut.
Lantas, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk punya siapa? Apa bidang usaha perusahaan ini sebelum merambah bisnis pertambangan nikel?
Berikut profil PACK dan informasi mengenai rencana akuisisi Bumanik yang perlu diketahui.
Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Oktober 2026: Paling Murah Rp424.000 per Gram
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk Punya Siapa?
Berdasarkan informasi yang tersedia, posisi Direktur Utama dijabat oleh Fu Pei Wen, sedangkan Komisaris Utama dijabat oleh Magdalena Veronika.
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) sendiri sebelumnya dikenal sebagai PT Solusi Kemasan Digital Tbk, didirikan pada 2001 di Tangerang, Banten.
Perusahaan ini bergerak di bidang industri kemasan plastik yang melayani berbagai kebutuhan, mulai dari makanan ringan, minuman, makanan beku, kosmetik, hingga pakaian.
Melalui merek FlexyPack, perusahaan menyediakan beragam produk kemasan untuk pelanggan dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar.
Jenis kemasan yang diproduksi meliputi sachet dengan segel tiga sisi, standing pouch, lid cup, dan roll stock yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk pelanggan.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Uji Kekuatan dan Kelayakan Jalan Tol
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, produk FlexyPack dapat dipesan melalui dealer resmi yang tersebar di 34 kota di Indonesia.
Jaringan distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam melayani kebutuhan kemasan dari berbagai sektor usaha.
Dalam informasi yang tersedia, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk disebut terafiliasi dengan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam.
Meski demikian, hubungan afiliasi tersebut perlu dibedakan dari kepemilikan saham secara langsung.
Adapun kantor pusat perusahaan beralamat di Noble House Level 31, Jakarta Selatan.
