Penumpang Transjabodetabek Bogor-Blok M Melonjak 5 Kali Lipat, Pemprov DKI Buka Peluang Rute Baru

Rabu 21 Okt 2026, 16:39 WIB
Konferensi pers realisasi APBD Triwulan III di Balai Kota, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Syifa)
Konferensi pers realisasi APBD Triwulan III di Balai Kota, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Syifa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Animo warga menggunakan transportasi umum lintas wilayah menunjukkan tren peningkatan tajam. Layanan Transjabodetabek rute Bogor–Blok M, Jakarta Selatan, kini mencatatkan rata-rata hampir 10.000 penumpang per hari.

Angka ini melonjak lima kali lipat melampaui target awal Pemprov DKI Jakarta yang hanya membidik 2.000 pengguna harian. Tingginya keterisian armada pada koridor tersebut mendorong Pemprov DKI Jakarta mengkaji pembukaan rute-rute baru Transjabodetabek.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, capaian ini menjadi sinyal positif atas membaiknya konektivitas antara Jakarta dan kawasan penyangga.

"Transjabodetabek sebagai contoh, Bogor ke Blok M yang dulu hanya ditargetkan 2.000, sekarang rata-rata sudah hampir 10.000. Maka rute-rute baru akan kita pikirkan untuk membuat konektivitasnya semakin baik," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca Juga: Upaya Cegah Banjir, Pramono Anung Resmikan Dua Embung di Jakarta Timur

Saat ini, koridor Transjabodetabek telah menjangkau sejumlah titik strategis di wilayah Jabodetabek hingga Karawang, termasuk PIK 2, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Bogor.

Tren Positif Transjakarta hingga LRT

Kenaikan volume pengguna tidak hanya terjadi pada bus antarkota. Integrasi antarmoda secara keseluruhan mencatatkan total 368,4 juta penumpang di jaringan Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta hingga September 2026.

Angka tersebut tumbuh 10,8 persen year-on-year dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Jadi kenaikannya cukup signifikan, masyarakat yang beralih dari menggunakan kendaraan pribadi sekarang ini mereka memakai transportasi publik,” tutur Pramono.

Baca Juga: Respons Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Pramono Anung Minta Demonstrasi Berlangsung Tertib

Pramono mengklaim, tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta kini telah menembus 93 persen, yang menjadi faktor utama perpindahan pola migrasi pengguna jalan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.


Berita Terkait


News Update