Habib Alwi Assegaf diketahui memiliki nama lengkap Habib Alwi bin Abdurrahman bin Ahmad Assegaf. Ia dikenal dengan sebutan 'Big Bos' oleh sejumlah jamaah yang berada di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Habib Alwi adalah anak almarhum salah setelah ulama kondang yang dikenal cukup kharismatik. Ia merupakan putra Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf.
Habib Abdurrahman diketahui merupakan pendiri sejumlah lembaga dakwah dan majelis taklim, di antaranya Majelis Taklim Al-Busyro, Assasunah, dan Zaadul Muslim di wilayah Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Selain dirinya dan sang ayah, saudara-saudara Habib Alwi juga merupakan penceramah yang cukup ternama, di antaranya almarhum Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, pendiri Majelis Taklim Al-Afaf, serta Ustadz Umar bin Abdurrahman Assegaf, Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf, dan Habib Abu Bakar bin Abdurrahman Assegaf
Habib Alwi saat ini diketahui mengasuh Majelis Taklim Zaadul Muslim (ZM) setelah sang sayah, Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf meninggal dunia.
Baca Juga: Izara Aishah Siapa? Ini Sosok Menantu Siti Nurhaliza yang Sindir Lesti Kejora
Pernyataan Kontroversial Habib Alwi Assegaf
Dalam ceramahnya yang viral, Habib Alwi sempat menyampaikan sejumlah pernyataan yang cukup kontroversial. Salah satu yang menjadi sorotan, yaitu perihal tarif ceramahnya.
Ia mengatakan bahwa tidak akan memenuhi undangan ceramah jika honor yang ditawarkan hanya Rp50 juta. Minimal tarif ceramah yang diterimanya, yakni sebesar Rp75 juta.
Tak hanya itu, pernyataan lain yang juga turut mengundang gelombang kritikan publik, yakni soal candaannya yang mengobjektifikasi perempuan. Ia mengatakan hendak menjadikan salah satu santri perempuan sebagai istri keempatnya.
"Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” ujarnya dalam video viral.
Ia bahkan dengan gamblang mengatakan menyukai perempuan muda dan menyebut kehadiran perempuan lanjut usia hanya mengganggu pandangannya saat berceramah.
“Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger, dosa nomor tujuh. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda,” ucapnya.
