Terjadi kontak fisik. Dalam video yang beredar, Asky terlihat bersitegang dan melakukan kontak fisik dengan mahasiswa. Rekaman ini kemudian menyebar luas di media sosial.
Ajudan menyampaikan permintaan maaf. Setelah menjadi sorotan, Asky mengakui sikapnya berlebihan dan menegaskan tidak ada instruksi dari pihak lain.
Pemprov Kaltim Jadikan Insiden sebagai Evaluasi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Melalui unsur Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Tim Ahli Gubernur, pemerintah daerah menyebut insiden itu sebagai bahan evaluasi agar hubungan dengan masyarakat dan mahasiswa ke depan dapat berjalan lebih baik.
Pemprov Kaltim turut menekankan perlunya memperbaiki komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang. Adapun mekanisme penanganan terhadap anggota kepolisian yang bertugas sebagai ajudan berada dalam kewenangan institusi kepolisian.
Baca Juga: Tabrak Truk Terparkir, Pemotor di Serang Tewas Mengenaskan
Pentingnya Menghormati Penyampaian Aspirasi
Insiden ini menjadi pengingat bahwa demonstrasi merupakan salah satu cara masyarakat menyampaikan aspirasi. Dalam situasi yang berpotensi memanas, komunikasi dan pengendalian diri penting untuk mencegah konflik semakin meluas.
Permintaan maaf Asky dan respons Pemprov Kaltim menjadi bagian dari tindak lanjut yang telah disampaikan kepada publik. Namun, perhatian terhadap peristiwa ini juga berkaitan dengan bagaimana penyampaian aspirasi dapat direspons secara proporsional, tanpa memperkeruh situasi antara mahasiswa dan pihak pengamanan.
