“Sekarang saya cukup bingung, kenapa karhutla tidak dijadikan bencana nasional? Penjelasan Bapak kemarin justru membahas kawin lagi. Dan jika Bapak bilang ingin kawin lagi, Pak, saya carikan istri untuk Bapak. Tolong empatinya, Pak,” ujar orator aksi di lokasi demonstrasi.
Mendengar cercaan dan tuntutan terkait penerapan bencana nasional karhutla tersebut, Agustiar Sabran yang duduk menemui massa aksi hanya bisa terdiam tanpa memberikan jawaban panjang lebar.
Kekecewaan atas sikap diam tersebut membuat situasi memanas di penghujung aksi, hingga massa mahasiswa akhirnya merangsek masuk menembus barisan keamanan menuju Kompleks Kantor Gubernur Kalteng. (M7)
