JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sejumlah titik di Jakarta menjadi lokasi aksi demonstrasi pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Dari pantauan Poskota di lokasi, situasi di depan Gedung DPR/MPR RI masih relatif lengang dan belum dipadati massa demonstran. Namun, sejumlah orang dari Komisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI) bersama warga dan pedagang sudah mulai terlihat berkumpul di sekitar lokasi.
Meski belum terlihat konsentrasi massa dalam jumlah besar, sebuah spanduk berukuran besar telah terpasang di pagar Gedung DPR/MPR RI.
Spanduk tersebut memuat tulisan “Berikan Tanda Tangan Dukungan Anda, Makzulkan Gibran” serta pernyataan “Gibran Tidak Sah Sebagai Wapres”, disertai ajakan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Respons Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Pramono Anung Minta Demonstrasi Berlangsung Tertib
Adapun aksi demonstrasi hari ini tersebar di sejumlah titik, yakni kawasan Tugu Tani, Tugu Pahlawan, Gedung DPR/MPR RI, dan Istana Presiden.
Sejumlah aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam rangka mengamankan jalannya kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan 9.505 personel gabungan.
Jumlah tersebut terdiri dari 7.660 anggota Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemda DKI Jakarta, dan 170 personel pengamanan dalam (Pamdal).
Baca Juga: Hindari Macet! Ini Daftar Jalur Alternatif saat Demonstrasi di Jakarta Berlangsung
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto mengatakan, pengamanan aksi dilakukan dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat serta menghormati hak warga dalam menyampaikan pendapat.
“Konsep pengamanan kita hari ini, TNI dan Polri, adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” ujarnya, Selasa.
Dia menegaskan, personel yang bertugas di sejumlah titik aksi diminta mengutamakan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada massa.
"Aparat ditempatkan di sejumlah titik kegiatan dengan mengutamakan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis," tegasnya.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Demo Jakarta 20 Oktober 2026, Ini Daftar Jalan yang Perlu Diwaspadai
Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Marni mengatakan kedatangannya di kawasan Gedung DPR/MPR untuk melihat langsung situasi aksi demonstrasi.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melalui aksi unjuk rasa.
"Kalau memang ada yang ingin disampaikan yang penting jangan sampai aksinya berujung ricuh dan mengganggu masyarakat lainnya," ujarnya.
Ia menuturkan demo menjadi salah satu bentuk penyampaian pendapat masyarakat terhadap kepemimpinan pemerintah.
"Menurut saya, masyarakat punya hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk soal Wakil Presiden Gibran," pungkasnya. (M1).
