9.505 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Demo Jakarta pada 20 Oktober 2026

Selasa 20 Okt 2026, 12:32 WIB
Ilustrasi demo (Sumber: Wikimedia Commons)
Ilustrasi demo (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya mengerahkan 9.505 personel gabungan untuk mengamankan 52 agenda masyarakat di berbagai wilayah Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Dari puluhan kegiatan tersebut, separuhnya merupakan demonstrasi atau penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan sisanya berupa aktivitas masyarakat lainnya.

Personel gabungan itu terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan tenaga pendukung. Pengerahan dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, terutama di kawasan yang menjadi lokasi aksi massa.

Informasi tersebut disampaikan oleh Budi Hermanto di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa pengamanan disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan sekaligus memastikan berbagai kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan tertib.

Baca Juga: Respons Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Pramono Anung Minta Demonstrasi Berlangsung Tertib

9.505 Personel Gabungan Disiagakan

Budi merinci bahwa ribuan personel yang dikerahkan berasal dari beberapa instansi dengan jumlah berbeda. Polri menjadi unsur terbesar dalam operasi pengamanan tersebut.

“Gabungan TNI dan Polri dalam pelaksanaan pengamanan diterjunkan 9.505 personel yang terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, Pemprov DKI 135 personel, dan tamdal 170 personel,” ujar Budi Hermanto.

Dari total tersebut, sebanyak 7.660 personel berasal dari Polri dan 1.540 personel dari TNI. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menyumbang 135 personel, ditambah 170 personel pendukung.

Kekuatan gabungan ini disiapkan untuk mengamankan kegiatan yang tersebar di sejumlah titik. Penempatan petugas disesuaikan dengan lokasi dan karakteristik kegiatan agar pengawasan berjalan efektif.

Daftar Lokasi Demonstrasi yang Mendapat Pengamanan

Sebanyak 26 kegiatan penyampaian aspirasi dijadwalkan berlangsung di sejumlah kawasan strategis Jakarta. Lokasi tersebut mencakup pusat pemerintahan dan beberapa titik yang kerap digunakan untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Berikut beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan:

  • Silang Selatan Monas: kawasan yang menjadi salah satu titik penyampaian aspirasi masyarakat.
  • Tugu Tani: area yang turut masuk dalam pengawasan petugas gabungan.
  • Tugu Proklamasi: salah satu lokasi yang disebut dalam agenda pengamanan.
  • Kompleks DPR/MPR RI: kawasan lembaga legislatif yang menjadi tujuan kegiatan penyampaian pendapat.
  • Sejumlah kantor kementerian: beberapa lokasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya juga mendapat pengamanan.

Budi mengatakan, pengamanan di titik-titik tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.


Berita Terkait


News Update