Bukan Cuma Ramai Turis, Irman Gusman Dorong Multiplier Effect Pariwisata untuk UMKM

Senin 19 Okt 2026, 12:42 WIB
Potret Senator Republik Indonesia Irman Gusman di ajang ITMW 2026. (Sumber: Istimewa)
Potret Senator Republik Indonesia Irman Gusman di ajang ITMW 2026. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Senator Republik Indonesia asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menekankan pentingnya penguatan konektivitas, kualitas layanan, dan keterlibatan masyarakat untuk membangun daya saing pariwisata nasional.

Menurutnya, pariwisata tidak lagi bisa dipandang sebatas sektor pendukung, melainkan harus menjadi pilar strategis penggerak ekonomi daerah.

Pesan tersebut disampaikan Irman dalam Special Speech bertajuk “The Resilience of Indonesia Tourism: Daya Saing Pariwisata dan Ketangguhan Ekonomi Daerah” pada ajang The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 di Prama Sanur Beach, Bali, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Mengusung tema “Reimagining Tourism: In a Fragmented World”, Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah ini menuturkan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak boleh hanya diukur dari angka kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Momen Turis Australia Bagikan Air Minum saat Warga Bali Antre Bensin

“Ukurannya bukan hanya berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Keindahan alam adalah modal, tetapi ketangguhan lahir dari kepemimpinan,” ujar Irman.

Ubah Belanja Turis jadi Multiplier Effect Ekonomi Daerah

Irman menyoroti perlunya keterhubungan yang kuat antara industri pariwisata dan rantai pasok ekonomi lokal. Pergerakan belanja wisatawan idealnya memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi para petani, nelayan, perajin, hingga pelaku UMKM di sekitar destinasi, bukan sebatas dinikmati oleh pelaku usaha skala besar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia perlu ditopang beberapa hal, antara lain:

  • Kebijakan pemerintah yang terintegrasi.
  • Akses transportasi dan konektivitas yang memadai.
  • Strategi promosi destinasi yang tepat sasaran.
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan destinasi wajib menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan budaya lokal melalui keterlibatan aktif warga setempat.

Baca Juga: Turis WNI di Jepang Diduga Beri Sampah Plastik ke Rusa, Begini Klarifikasinya

Apresiasi Kepala Daerah dan Pembukaan ITMW 2026

Dalam rangkaian acara ITMW ke-2 tersebut, Irman Gusman turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pimpinan daerah yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisata wilayahnya. Penerima apresiasi tersebut meliputi:

  • Kabupaten Kepulauan Mentawai
  • Kabupaten Kuantan Singingi
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Badung
  • Kabupaten Kulon Progo
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, yang menggarisbawahi pentingnya pembenahan infrastruktur, peningkatan layanan, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat untuk menjaga daya saing pariwisata Bali.

Sementara itu, Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, menyatakan bahwa ITMW 2026 difokuskan pada penguatan promosi digital, pemberdayaan komunitas, dan konsep sustainable tourism. Ia menilai Bali tetap menjadi tolok ukur utama bagi daerah lain.

Baca Juga: Pelaku Jambret Turis Prancis di Kota Tua Ditangkap saat Diduga Masih Berburu Korban Lain

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” tegas Hermawan.

Selain sesi konferensi yang membahas digitalisasi dan penerapan kecerdasan buatan (AI) di industri pelesiran, ITMW 2026 juga diwarnai dengan kompetisi meracik kopi serta aksi konservasi lingkungan berupa pelepasan tukik ke laut.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update