Junaidi menegaskan bahwa narasi viral yang menyeret nama Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam itu adalah informasi tak berdasar dan tidak benar.
"Informasi tentang Haji Isam akan menggantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM jelas hoaks. Tidak memiliki dasar hukum serta tidak berbasiskan data yang akurat," ujar Junaidi dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Junaidi menduga narasi yang dibagikan di media sosial itu sengaja dibuat untuk memojokkan Haji Isam. Ia pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial dan tidak mudah percaya dengan kabar yang belum jelas kebenarannya dan tidak diketahui sumber resminya.
"Masyarakat perlu berhati-hati dalam menyikapi informasi terkait fitnah yang terus-terusan ditujukan kepada Haji Isam. Kami meminta masyarakat tidak mudah memercayai informasi di medsos maupun platform digital jika tidak berasal dari sumber resmi yang terverifikasi," pungkasnya.
